ilustrasi
Oleh: Syaradita, Mahasiswi Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta
Pasar tradisional merupakan tempat dimana bertemunya transaksi pembeli dan penjual secara langsung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pembeli akan mencari barang kebutuhannya sedangkan penjual akan menerima uang yang diberikan pembeli berdasarkan barang yang dijual. Pasar tradisional biasanya hanya berupa lorong dan kios-kios atau gerai yang dibuka oleh penjual secara terbuka. Barang yang dijual pun harganya jauh lebih murah daripada di pasar modern.
Pasar modern tidak mengenal istilah tawar menawar. Hal ini dikarenakan sudah terdapat patokan harga yang ditentukan. Dengan adanya kegiatan tawar-menawar akan menumbuhkan keunikkan tersendiri di pasar tradisional. Para penjual dan pembeli dapat saling tawar-menawar hingga kesepakatan harga yang ditetapkan terasa sama-sama cocok. Kegiatan tawar menawar ini menunjukkan adanya keakraban dan toleransi antara penjual dan pembeli. Selain itu, budaya tawar-menawar dapat memperkuat sikap loyal pembeli agar tetap bertahan dan berlangganan dengan penjual tersebut.
Para pedagang pasar tradisional menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Seperti sayur-sayuran, pakaian, ikan, daging dan telur. Sebagai contoh, sayur-sayuran yang dijual di pasar tradisional akan lebih murah karena langsung dikemas seadanya dan berasal dari petani langsung serta lebih segar sayurnya. Sedangkan, pasar modern menjual barang yang sudah dikemas dengan rapih membuat harga yang ditawarkan jauh lebih mahal.
Pasar tradisional biasanya terletak tidak jauh dari pemukiman masyarakat agar lebih mudah dikunjungi. Di balik keuntungan berbelanja dengan harga yang jauh lebih murah, sisi lain pasar tradisional adalah tempatnya yang kotor, bau, dan kumuh. Selain itu, pengelolaan yang kurang professional dan ketidaknyamanan pembeli saat belanja menjadi salah satu faktor masyarakat lebih memilih belanja di pasar modern.
Para pedagang pasar tradisional memiliki sifat ramah kepada pembeli untuk menarik perhatian mereka. Tentu menjadi keunikkan tersendiri bagi budaya pasar tradisional. Saat ini, masih terdapat banyak orang yang berbelanja demi mengejar harga murah di pasar tradisional. Mereka mengabaikan kelemahan dan kekurangan pasar tradisional seperti bau yang tidak sedap, udara yang pengap, serta kumuh.








