ilustrasi
Oleh: Ratih Puspa Kirana
Di tengah ramainya peluncuran aplikasi belanja kebutuhan makanan berbasis daring, keberadaan pasar tradisional tak tersingkirkan dengan kemajuan yang ada. Kebutuhan daging, sayur, buah, dan sebagainya sudah bisa diakses dan dipesan melalui aplikasi. Jika berbicara di bidang media, ketika media cetak sudah mulai tergerus oleh media online mengikuti arus teknologi. Mengapa pasar tradisional tetap berdiri kuat seiring dengan munculnya aplikasi belanja kebutuhan pokok?
Pasar tradisional memang masih digandrungi oleh sejuta umat di Indonesia, baik di desa maupun kota. Maka dari itu, akan diulas penyebab pasar tradisional masih menjadi pilihan utama untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Mudah diakses oleh siapapun dan efektif
Pasar tradisional dapat diakses oleh siapapun tak terkecuali. pengunjung pasar hanya perlu menuju pasar tradisional yang diinginkan dan bisa langsung berbelanja sesuai kebutuhan secara efektif. Berbeda dengan berbelanja online, tidak semua bisa dan memiliki akses untuk menggunakan aplikasi yang ada, terutama bagi orang tua yang tidak terlalu memahami penggunaan aplikasi secara daring.
Harga lebih fleksibel
Tidak seperti berbelanja online yang sudah memiliki harga pas, jika berbelanja di pasar tradisional kita bisa melakukan tawar-menawar dengan penjual hingga mencapai harga yang berhasil dinegosiasi.
Bisa bersosialisasi secara langsung dengan para pedagang dan sesama pembeli
Ketika berbelanja online, tentuk kita tidak bisa berinteraksi dengan penjual karena hanya melalui aplikasi dimana kita hanya perlu memilih kebutuhan yang akan dibeli, melakukan pembayaran, dan barang akan dikirim. Berbeda dengan pasar tradisional dimana kita bisa mengenal siapa penjual dan sesama pembeli sehingga kita bisa bersosialisasi dengan sekitar.
Bisa memilih langsung barang yang akan dibeli
Ketika berbelanja buah-buahan, sayur-mayur, daging-dagingan tentu kita akan mencari yang baru, bentuk, dan warna yang segar. Hal tersebut tidak bisa kita dapatkan dalam sistem onine, kita hanya bisa menerima saja tanpa memilah.
Pasar tradisional yang kerap dikenal bau dan tidak nyaman pun sekarang sudah banyak yang direvitalisasi sehingga pengunjung bisa lebih nyaman dalam berbelanja dan tentunya pembeli masih bisa bernegosiasi untuk menawar harga jual yang ada sehingga tidak dapat digantikan dengan berbelanja melalui aplikasi. Hal tersebut menyebabkan pasar tradisional akan tetap berdiri dimana segala hal sedang marak beralih menjadi serba online ditopang dengan keunikan yang dimiliki sendiri oleh pasar tradisional. (*)








