IPI Komitmen Kembangkan Ramuan Herbal Warisan Leluhur Nusantara hingga Ekspor ke Mancanegara 

Senin, 26/08/2024 - 17:26
Ketua BPP IPI Bagus Hartawan memberikan sambutan dalam acara sarasehan konsolidasi dan launching aplikasi IPI, di Lembah Manah Mataram, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Minggu (25/8/2024)

Ketua BPP IPI Bagus Hartawan memberikan sambutan dalam acara sarasehan konsolidasi dan launching aplikasi IPI, di Lembah Manah Mataram, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Minggu (25/8/2024)

Klikwarta.com, Karanganyar - Badan Pengurus Pusat Ikatan Paritrana Indonesia (BPP IPI) menggelar acara sarasehan konsolidasi, di Lembah Manah Mataram, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Minggu (25/8/2024). Acara ini juga ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Turut hadir pada pembukaan acara tersebut, diantaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Karanganyar Yopi Eko Jati Wibowo, dan Pimpinan Ponpes Isykarima KH. Syihabuddin Abdul Mu’iz al Hafidz, unsur pejabat Forkopimcam Karangpandan, Ketua LDA Keraton Kasunanan Surakarta GKR Wandansari, dan Ketua Presidium DMD MLKI Surakarta Gres Raja.

Ketua BPP IPI Bagus Hartawan, mengatakan, tak hanya mempererat tali persaudaraan, sarasehan konsolidasi ini juga digelar untuk membahas program kerja, dan penataan kembali susunan pengurus pusat IPI.

Menurut Bagus, ada beberapa program kerja yang dibahas dalam pertemuan ini, khususnya mengenai eksport beragam produk jamu ramuan herbal, pengembangan holtikultura, dan agrobisnis.

"Salah satu visi IPI, yaitu berkomitmen melestarikan warisan leluhur Nusantara, termasuk juga jamu herbal. Produk yang kami hasilkan tentunya memiliki legalitas dan berlisensi BPOM yang juga dijamin kehalalannya," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, IPI sekaligus melaunching platform aplikasi digital yang diberi nama My Apps IPI. Pengenalan aplikasi tersebut, kata Bagus, juga diharapkan lebih mempermudah mempromosikan setiap produk yang dihasilkan oleh anggota IPI.

"Aplikasi My Apps IPI merupakan platform online yang di dalamnya juga terdapat marketplace untuk menawarkan dan menjual produk yang dihasilkan oleh anggota IPI, baik berupa barang maupun jasa. Dan ada pula layanan konsultasi kesehatan mengenai pengobatan medis maupun non medis, dan lainnya. Aplikasi itu pun nantinya bisa didownload melalui Play Store. Program tersebut, diharapkan dapat memajukan organisasi sekaligus menumbuhkan ekonomi mandiri bagi para anggota IPI," ujarnya.

Wakil Ketua BPP IPI sekaligus selaku ketua panitia acara ini, Izi Susandi Ishaq, menyampaikan, IPI, Ikatan Paranormal Indonesia yang sekarang bermetamorfosa menjadi Ikatan Paritrana Indonesia kini lebih memiliki keanggotaan yang majemuk.

"Keanggotaan IPI sekarang lebih majemuk dibanding sebelumnya. Jadi, bukan hanya mewadahi kalangan paranormal atau supranatural. Tetapi, didalamnya juga ada terapis, para seniman, dan tokoh lintas agama," terangnya.

Menurutnya, dengan program pengembangan menggali pengetahuan nilai-nilai luhur Nusantara, saat ini IPI sudah mengekspor hasil produknya ke Jepang, yaitu teh herbal daun kelor. Produk itu juga dalam proses penjajakan untuk diekspor ke negara lainnya. Selain itu, IPI juga tengah mengembangkan budidaya pisang cavendish.

Pimpinan Ponpes Isykarima KH. Syihabuddin Abdul Mu’iz al Hafidz ikut memberikan apresiasi gerakan IPI sebagai semangat anak bangsa yang berkarya untuk mengekspresikan budaya leluhur Nusantara, khususnya mengenai pengembangan bidang kesehatan melalui pengobatan herbal.

"Budaya leluhur memiliki kejayaan, kekayaan dan kekuatan yang luar biasa. Tinggal bagaimana ke depannya IPI bisa memunculkan legitimasi yang lebih kuat dalam bidang akademis, kemudian bidang kesehatan dengan pengobatan berstandar BPOM. Manfaatnya sudah jelas. Karena kalau manfaatnya tidak jelas, tidak mungkin pengobatan herbal warisan leluhur Nusantara bisa bertahan ratusan tahun hingga sekarang. Semoga ini menjadi semangat bagi anggota IPI untuk terus berkarya bagi kepentingan umat manusia," ucapnya.

Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Karanganyar Yopi Eko Jati Wibowo berharap IPI bisa ikut mewujudkan Kabupaten Karanganyar sebagai kota wisata religi, kota wisata budaya, dan kota wisata herbal yang dapat terus berkembang.

"Pemkab Karanganyar tentunya akan mendukung apa yang dilakukan IPI. Di Tawangmangu juga ada BPTO dan Rumah Atsiri. Sehingga sangat tepat jika Karanganyar dikembangkan sebagai pusat tanaman obat atau herbal," kata dia. 

Yopi berharap, pengobatan herbal tidak lagi menjadi pengobatan alternatif, tetapi menjadi pilihan utama  mengingat semakin banyaknya masyarakat yang membutuhkan pengobatan non kimia. 

"Dan tentunya ini langkah yang akan sangat membahagiakan, bukan hanya bagi masyarakat Karanganyar tetapi juga secara nasional bahkan internasional," tandasnya.

Sebagai informasi, pertama kali didirikan, organisasi ini bernama Ikatan Paranormal (IPI), diriikan di Jakarta pada tahun 2022. Pada 20 Maret 2023, Ikatan Paranormal Indonesia (IPI) berubah nama menjadi Ikatan Paritrana Indonesia (IPI). Organisasi ini memiliki kepengurusan pusat di Solo, dan kepengurusan wilayah saat ini di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait