PMI Korwil I Jateng Gelar Latihan Gabungan untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Relawan Bencana

Sabtu, 28/12/2024 - 13:05
Sarasehan relawan PMI di Politeknik Bina Transfusi Darah (Polbitrada) Semarang, Jumat (27/12/2024) malam

Sarasehan relawan PMI di Politeknik Bina Transfusi Darah (Polbitrada) Semarang, Jumat (27/12/2024) malam

Klikwarta.com, Semarang - Relawan PMI Koordinasi Wilayah (Korwil) I Jawa Tengah mengadakan Latihan Gabungan (Latgab) yang diikuti oleh perwakilan dari 11 kabupaten/kota yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan.

Latihan yang dilaksanakan pada 27-29 Desember 2024 di Polbitrada Semarang dan Waduk Jatibarang ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan para relawan dalam membantu penanganan korban bencana.

Ketua PMI Kota Semarang sekaligus Koordinator Relawan Korwil I Jateng, dr. Awal Prasetyo, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar relawan memiliki kemampuan teknis dan siap memberikan kontribusi nyata dalam situasi bencana. 

"Sebagai insan Palang Merah, relawan harus mampu berpikir logis dalam kerangka kemanusiaan, bertindak cepat, dan bersikap tanggap. Tiga aspek utama yang harus diperhatikan adalah fisik, mental, dan sosial, baik untuk relawan maupun korban," ujar dr. Awal saat kegiatan sarasehan relawan PMI di Politeknik Bina Transfusi Darah (Polbitrada) Semarang, Jumat (27/12/2024) malam.

Menurutnya, aspek fisik relawan, termasuk asupan nutrisi, harus dijaga dengan baik selama bertugas. Selain itu, relawan juga harus membangun koneksi emosional dengan korban. 

"Latihan rutin bagi relawan penting untuk meningkatkan kesiapan fisik. Selain itu, kesehatan mental relawan dan korban juga harus diperhatikan agar keduanya tetap kuat menghadapi situasi sulit," tambahnya.

dr. Awal juga menekankan bahwa menjadi relawan tidak cukup hanya bermodal niat baik. Relawan PMI dituntut profesional, memiliki keterampilan yang relevan, serta menjaga kesehatan dan stamina. 

"Relawan yang sehat dan ramah lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat," tegasnya.

Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana, SH, MSI, juga memberikan arahan tegas terkait penanganan darurat bencana. Menurutnya, respons cepat sangat penting dalam situasi darurat. 

"Jika diperlukan mendirikan dapur umum, jangan tunda karena alasan administrasi. Langkah diskresi harus diambil untuk memastikan kebutuhan darurat korban terpenuhi," jelasnya.

Sarwa juga mengimbau agar masyarakat tidak menyumbangkan pakaian bekas yang tidak layak pakai karena sering kali hanya menjadi sampah di lokasi bencana. 

"Lebih baik memberikan pakaian baru untuk menghargai korban bencana," katanya.

Selain itu, Sarwa menegaskan pentingnya menyediakan kebutuhan dasar bagi korban, seperti tempat tinggal yang layak dan fasilitas memadai, terutama di musim hujan. 

"Jangan biarkan anak-anak dan korban lainnya kedinginan di tenda. Manfaatkan fasilitas pemerintah yang lebih nyaman," tambahnya.

PMI Jawa Tengah, lanjutnya, juga memiliki tim Water and Sanitation (Wash) yang siap menyediakan fasilitas sanitasi seperti MCK dan air bersih di lokasi bencana. 

"Kami memiliki pelatih bersertifikat nasional yang siap menangani kebutuhan sanitasi di pengungsian," ujar Sarwa.

Ia berharap agar tidak terjadi bencana besar seperti jebolnya tanggul yang dapat memicu banjir bandang. 

"Jika hanya banjir luapan, masyarakat masih bisa bertahan. Namun, jika tanggul jebol, evakuasi besar-besaran harus segera dilakukan," pungkasnya.

Tags

Berita Terkait