Diskusi buku Kartini
Klikwarta.com, Paris - Memperingati Hari Kartini, Kantor Wakil Tetap Republik Indonesia (KWRI) untuk UNESCO bekerja sama dengan Delegasi Tetap Kerajaan Belanda untuk UNESCO menyelenggarakan acara “Kartini Letters: A Spark in the Memory of the World” (16/04). Acara berlangsung di Kantor Pusat UNESCO Paris dan dihadiri sekitar 100 peserta delegasi UNESCO dari berbagai negara yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan gender.
Melalui surat-suratnya, Kartini tidak hanya merekam refleksi personal, tetapi juga menyuarakan gagasan progresif tentang keadilan, pendidikan, dan emansipasi perempuan yang melampaui zamannya.
Duta Besar RI / Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa Kartini merupakan sosok visioner dengan gagasan yang tetap relevan hingga saat ini, “Kartini percaya bahwa pendidikan adalah fondasi emansipasi. Melalui pemikirannya, ia menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang keadilan sosial, tetapi juga kunci pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.”
Lebih lanjut, Duta Besar Oemar menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga kaya akan visi dan inspirasi bagi dunia. Nilai-nilai dan warisan pemikiran Kartini tidak hanya milik Indonesia tetapi menjadi inspirasi bagi masyarakat internasional.
Sementara itu, Monique Van Daalen, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk UNESCO, menyampaikan bahwa surat-surat Kartini mencerminkan cara pandang yang maju mengenai posisi serta peran perempuan, dengan penekanan kuat pada kesetaraan gender. Kumpulan pemikiran tersebut juga menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi anak perempuan, sebuah isu yang tetap relevan hingga kini, khususnya dalam lingkup kerja UNESCO.
Duta Besar Van Daalen juga menegaskan bahwa Indonesia dan Belanda memiliki hubungan yang erat dan konstruktif. Penyelenggaraan acara dan diskusi Kartini Letters melalui kolaborasi antara KWRI dan Delegasi Tetap Kerajaan Belanda untuk UNESCO menjadi cerminan nyata dari kemitraan tersebut, sekaligus memperkokoh kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara kedua negara.
Acara Kartini Letters dilanjutkan dengan sesi diskusi buku dan dialog interaktif bersama Lara Nuberg dan Feba Sukmana, editor dan penulis buku ‘The Most Beautiful Letters from Kartini’. Sesi ini menghadirkan perspektif mendalam terhadap pemikiran Kartini melalui analisis langsung atas surat-surat asli Kartini. Diskusi tersebut memperkaya pemahaman mengenai kompleksitas gagasannya, termasuk kritik terhadap kolonialisme, serta berbagai pembatasan terhadap perempuan. Pendekatan ini sekaligus menampilkan surat-surat Kartini secara utuh dan autentik, serta menegaskan relevansi pemikirannya dalam konteks global masa kini.
Salah seorang peserta acara Kartini Letters, Chyna Bong A Jan, dari Delegasi Tetap Kerajaan Belanda untuk UNESCO, menyampaikan bahwa Kartini merupakan pelopor gerakan feminisme yang sangat menginspirasi, khususnya pada masa ketika perjuangan perempuan penuh tantangan. Di tengah dinamika perjuangan hak-hak perempuan hingga saat ini, penting untuk terus mengingat dan menghargai warisan pemikiran Kartini.
Dalam rangkaian acara, para tamu disuguhkan pertunjukan seni budaya Indonesia berupa tari Bali Legong Kreasi Mahawidya serta alunan musik gamelan yang dibawakan oleh seniman Prancis berbasis di Paris. Penampilan ini tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi Indonesia, tetapi juga menegaskan eratnya keterkaitan antara budaya dan pendidikan dalam membentuk identitas serta memperkuat dialog antarbangsa.
Surat-surat Kartini yang telah diinskripsikan dalam Memory of the World Register UNESCO pada tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan warisan intelektual Indonesia kepada dunia. Hal ini menegaskan bahwa warisan pemikiran Kartini tidak hanya hidup dalam sejarah Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari diskursus global mengenai kesetaraan, pendidikan, dan hak asasi manusia. Sebagaimana tercermin dalam pemikirannya sejak akhir abad ke-19, perjuangan untuk kebebasan berpikir dan kesetaraan merupakan nilai universal yang tetap relevan hingga saat ini.
Melalui kegiatan ini, Indonesia semakin menegaskan perannya dalam pelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat kontribusi intelektualnya di bidang pendidikan, kesetaraan gender, dan pembangunan masyarakat yang relevan secara global. KBRI Paris menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat diplomasi budaya dan intelektual Indonesia di tingkat internasional. Selamat Hari Kartini.
(Kontributor : Arif)








