Ketua Umum BADKO TKA-TPA DIY Periode 2021-2025 Resmi Dilantik

Senin, 24/01/2022 - 23:11
Pelantikan Ketua Umum BADKO TKA-TPA DIY Periode 2021-2025

Pelantikan Ketua Umum BADKO TKA-TPA DIY Periode 2021-2025

Klikwarta.com, Yogyakarta - Ketua Umum Badan Koordinasi (BADKO) TKA-TPA/Direktur Wilayah Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur’an (LPPTKA-BKPRMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Periode 2021 - 2025, Muhsonef, S.H.I., M.H.I. resmi dilantik, Minggu (23/1/2022). Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Gedung Wisanggeni, Komplek Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Terpilihnya kembali Muhsonef, telah melalui kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IX yang dilaksanakan pada 19 Desember 2021 lalu. Tepatnya di Gedung Dakwah Team Tadarus AMM Yogyakarta.

Pelantikan dilaksanakan secara online dan offline dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Pelantikan dihadiri Kepala Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY, Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Dewan Pakar BADKO TKA-TPA DIY, Ketua BADKO TKA-TPA Daerah se-DIY dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY.

Juga hadir, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY, Wakil Ketua Lembaga Dakwah dan Pendidikan Al – Qur’an (LDPQ) Yogyakarta dan Perwakilan Yayasan Team Tadarus AMM Yogyakarta, serta para Pengurus BADKO TKA-TPA LPPTKA-BKPRMI DIY, Periode 2021-2025.

Hadir pula secara virtual, Ketua BADKO TKA-TPA Rayon dan Aktifis TKA-TPA se-DIY. Pelantikan dilaksanakan secara hybrid atau daring, melalui Zoom Meeting, oleh Direktur Nasional LPPTKA-BKPRMI Pusat, Gunawan HS.

Usai pelantikan, Gunawan mengucapkan selamat menjalankan amanah terhadap Pengurus yang baru dilantik. Ia berpesan, segera action/bergerak karena Gerakan TKA-TPA di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi barometer Gerakan TKA-TPA di tingkat Nasional.

“Tidak bisa kita lupakan, bahwa sejarah terbentuknya TKA-TPA itu berasal dari Yogyakarta, karena dari Yogyakarta tumbuhlah metodologi Iqro’,” ujar Gunawan HS.

Ia juga menegaskan, apabila nanti ada pengurus yang tidak bisa aktif dalam perjalanannya, maka bisa langsung di lakukan reshuffle. Agar pergerakan BADKO TKA-TPA/LPPTKA-BKPRMI Daerah Istimewa Yogyakarta dalam membina dan mengembangkan Gerakan TKA-TPA di Yogyakarta, dapat berjalan sesuai rencana dan harapan.

Sementara, Muhsonef menyampaikan, bahwa BADKO TKA-TPA DIY melakukan antisipasi terjadinya kekerasan seksual di lingkungan lembaga TKA-TPA dengan menguatkan peran ustadz dan ustadzah. Mereka sebagai pelindung bagi para santri, tidak hanya pembimbing.

"Selain itu, TKA-TPA yang ramah anak juga menjadi tujuan kami”, kata Muhsonef, usai pelantikan.

Muhsonef menjelaskan, terdapat standarisasi mutu kualitas dari tingkat pendidik dan pengelolaan TKA-TPA. Selain itu, juga akan ada monitoring/pembinaan dan supervisi untuk memastikan tercapainya mutu kualitas sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Ada sekitar 20 ribu ustadz dan ustadzah di DIY dengan 4.000 unit TKA-TPA di 78 Rayon (Kemantren/Kapanewon) serta 150 ribu santri. Angka ini menunjukkan fluktuatif yang cukup besar sehingga pemantauan dari kami akan lebih intens”, jelas Muhsonef.

Ia menambahkan, unit TKA-TPA di DIY memiliki kebebasan untuk berkreasi dalam membuat program. Di samping program utama membaca Al-Qur’an dan menghayati nilai-nilai Al-Qur’an. Program kreativitas yang dapat dicanangkan seperti program kaligrafi, nasyid, pidato dan lainnya.

Oleh karena itu, selaku Ketua Umum, Mohsonef berharap kepda seluruh pengurus agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan hati yang tulus dan penuh keikhlasan. Guna menciptakan pendidikan yang berkualitas dan kondusif bagi para santri, serta bermanfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.

Mewakili Gubernur DIY, Kepala Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY, Djarot Margiantoro, menyampaikan, langkah Pemerintah DIY untuk mencegah kekerasan seksual adalah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY terkait adanya pembinaan mental rohani.

“Kami juga memantau dan melakukan pengarahan agar tidak ada unit TKA-TPA atau pondok pesantren yang melakukan hal-hal yang tidak benar. Sampai saat ini, alhamdulillah tidak ada kasus di DIY”, kata Djarot.

Lanjut Djarot, sebagaimana sambutan dan arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bahwa TKA dan TPA menjadi sarana untuk memberikan dasar beriman, beribadah dan berakhlak mulia yang dikembangkan melalui kegiatan pembiasaan dan keteladanan. Sehingga, menjadi dasar utama pengembangan budi pekerti bagi anak dan menerapkan nilai-nilai Islam sejak dini.

"Sultan pun mengharapkan adanya kontribusi nyata dan terobosan baru dari pengurus BADKO TKA-TPA DIY yang telah dilantik", demikian Djarot.

Sebagai Informasi, secara Nasional, BADKO TKA-TPA DIY adalah LPPTKA-BKPRMI DIY. Jadi BADKO TKA-TPA hanya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah (Jateng). (*)

Tags

Berita Terkait