'Virtual Tour' Soendari Batik Art and Gallery sebagai Alternatif Edukasi Online di Masa Pandemi

Senin, 28/02/2022 - 22:40
Soendari Batik and Art Gallery

Soendari Batik and Art Gallery

Klikwarta.com, Malang, (29/02/2022)Kehadiran pandemi covid-19 di Indonesia mengharuskan adanya pembatasan aktivitas guna mengurangi kemungkinan penyebaran virus. Keadaan ini dirasakan oleh berbagai pihak tidak terkecuali dikalangan siswa dan tenaga pengajar. Pembatasan kegiatan mengakibatkan mereka tak lagi bisa merasakan kegiatan belajar mengajar dan berinteraksi secara langsung. Akan tetapi, hal ini tak semestinya membatasi kreativitas dan inovasi yang bisa dilakukan oleh para tenaga pendidik, karena edukasi sangat bisa dilakukan melalui virtual tour .

Virtual tour  adalah kegiatan wisata tanpa harus keluar rumah karena peserta tur bisa jalan-jalan dan berkeliling secara virtual. Kegiatan ini umumnya menggunakan platform Zoom atau GoogleMeet dengan pemandu.

Sejalan dengan kondisi sekarang ini, virtual tour  dapat menjadi pilihan yang tepat dan menarik bagi berbagai bidang kegiatan, termasuk bidang edukasi. Dengan virtual tour , proses edukasi bisa dijalankan dengan cara yang fresh, lebih menyenangkan namun tidak mengurangi kredibilitas informasi dan nilai moral yang diberikan.

Seperti halnya yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Public Relations Universitas Brawijaya angkatan 2020. Mereka telah mengikuti serangkaian kegiatan kunjungan berkonsep virtual tour di Soendari Batik and Art Gallery secara virtual via Zoom meeting. Kunjungan virtual ini dipandu oleh tim Public Relations dari Soendari Batik and Art Gallery sekaligus dosen Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya, yaitu Ibu Andi Afriliya Ani atau yang kerap disapa Ibu Liya. Kegiatan kunjungan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan Soendari Batik and Art Gallery di Kota Malang, sekaligus memberi edukasi bagi para mahasiswa terkait.

Soendari Batik and Art Gallery ini merupakan salah satu galeri seni batik di Kota Malang yang terletak di Jl. PTP II Permata Soekarno Hatta A2 Kota Malang. Galeri ini didirikan oleh Ibu Yunita pada tahun 2013 dan diresmikan secara legal sekitaran tahun 2017. Soendari Batik and Art Gallery memiliki konsep bangunan klasik tradisional khas budaya Indonesia. Terdapat berbagai batik yang tersedia di galeri dan butik Soendari Art ini. Mulai dari batik tulis, batik cap, hingga batik printing. Mereka juga menyediakan beberapa produk siap pakai seperti pakaian wanita, kemeja pria, masker serta kreasi batik lainnya. Motif batiknya pun bervariasi, mulai dari batik malangan hingga beberapa motif batik dari berbagai daerah di Indonesia lainnya.  Selain itu, terdapat pula berbagai alat musik tradisional, pawonan, hingga galeri berbagai macam barang-barang antik yang tertata rapi dan terjaga keawetannya.

J

 

Batik merupakan produk budaya asli Indonesia sejak zaman leluhur yang perlu dilestarikan. Sudah sepatutnya kita sebagai generasi yang merupakan agen of change untuk mampu membantu melestarikan budaya batik, dan mendukung UKM lokal untuk terus berkreasi di negeri ini.  “Pendirian Soendari Batik berperan dalam penyediaan sarana edukasi sekaligus pelestarian batik di Jawa Timur khususnya di Kota Malang” ungkap Ibu Liya dalam virtual tour , Kamis (17/02/2022). Selain menjual produk batik, mereka juga mempersilahkan pengunjung untuk melihat bahkan mencoba proses membatik secara langsung dengan menyediakan kursus dan pelatihan bagi orang-orang yang ingin belajar membatik. Kursus ini sendiri dinaungi oleh sebuah divisi bernama Lembaga Khusus Pelatihan Batik atau yang biasa disebut LKP Soendari Batik. Pelatihan membatik yang diadakan oleh Soendari Batik ini sendiri juga menyediakan pelayanan kepada beberapa UMKM batik di Malang. 

Dari virtual tour edukasi yang telah dilakukan diatas, membuktikan bahwa pandemic bukan suatu penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. Karena sejatinya, keadaan yang sulit mendorong kita untuk mampu berpikir kritis, kreatif, dan dinamis dalam menciptakan ide baru guna mensiasati keadaan, dan menjadikannya sebuah peluang yang dapat memberikan manfaat bagi sesama.

Pewarta : Shafira Bilqis Rahmaddina, Mahasiswa Public Relations Universitas Brawijaya Malang.

Berita Terkait