Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir
Klikwarta.com, Tanjungpinang - Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menyusul potensi banjir pesisir (ROB) yang tengah terjadi dan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Imbauan tersebut disampaikan seiring dikeluarkannya Peringatan Dini oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi banjir ROB di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Tanjungpinang.
Fenomena ini dipicu oleh fase Perigee, yaitu jarak terdekat Bulan dengan Bumi, yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama pada 2 Januari 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut, sebagaimana terpantau dari data water level dan prediksi pasang surut BMKG.
Berdasarkan prakiraan, banjir ROB di wilayah pesisir Kota Tanjungpinang berpotensi terjadi pada periode 1 hingga 9 Januari 2026, yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan dan permukiman pesisir.
Wali Kota Lis Darmansyah, meminta masyarakat untuk tetap siaga dan mengikuti perkembangan informasi resmi.
“Saya mengimbau kepada seluruh warga Kota Tanjungpinang, khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, agar waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak banjir ROB akibat pasang maksimum air laut,” ujar Lis Darmansyah, Rabu (07/01/2026).
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG.
“Ikuti terus update peringatan dini banjir ROB dan informasi cuaca maritim dari BMKG. Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui BPBD akan terus siaga dan hadir membantu masyarakat. Mari kita hadapi kondisi ini dengan kesabaran dan kebersamaan,” tambahnya.
Sebagai garda terdepan penanggulangan bencana di daerah, BPBD Kota Tanjungpinang terus melakukan langkah mitigasi melalui sosialisasi, edukasi, pemantauan lapangan, hingga penanganan langsung terhadap warga terdampak.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan patroli, penyampaian imbauan kepada masyarakat, serta evakuasi dan penyedotan air di rumah-rumah warga menggunakan mesin pompa air setelah air laut surut. Petugas juga membantu pembersihan rumah dan lingkungan dari lumpur serta sampah yang terbawa air pasang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tanjungpinang, Muhammad Yamin, menyampaikan bahwa pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak banjir ROB.
“BPBD Kota Tanjungpinang terus melakukan pemantauan di wilayah pesisir, memberikan imbauan langsung kepada masyarakat, serta menyiagakan Posko BPBD 24 jam di Kantor BPBD Jalan Ahmad Yani,” jelas Muhammad Yamin.
Ia menegaskan kesiapan BPBD dalam membantu warga terdampak.
“Kami siap membantu masyarakat, termasuk memompa air yang masuk ke rumah-rumah warga dengan menggunakan mesin pompa air, serta membantu pembersihan rumah setelah air laut surut agar aktivitas warga dapat kembali normal,” tutupnya.
Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kondisi darurat, mengamankan barang berharga, serta menghindari aktivitas di kawasan rawan saat pasang laut maksimum berlangsung. (**)








