ilustrasi. Istimewa
Klikwarta.com - Sendi adalah bagian tubuh yang menjadi tempat pertemuan antara dua tulang atau lebih. Fungsinya sebagai penghubung antar tulang memungkinkan kita untuk bergerak dengan leluasa. Namun, seiring bertambahnya usia dan aktivitas fisik yang terus-menerus, masalah pada sendi dan tulang bisa mulai muncul.
Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya cairan pelumas alami sendi, yang berfungsi sebagai pelindung dari gesekan. Ketika pelumas ini menurun, risiko terjadinya gangguan seperti sakit radang sendi pada lutut atau osteoarthritis pun meningkat.
Padahal, sendi memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan tubuh secara optimal. Oleh karena itu, penting untuk memahami lebih dalam mengenai apa itu radang sendi dan apa saja penyebabnya terutama jika keluhan ini sudah mulai muncul di usia muda. Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Mengenal Radang Sendi
Sesuai namanya, radang sendi atau osteoarthritis adalah peradangan yang terjadi pada satu atau lebih sendi. Kondisi ini menyebabkan sendi menjadi kaku dan sulit digerakkan. Radang sendi umumnya disebabkan oleh kerusakan atau penipisan tulang rawan, yaitu jaringan keras dan licin yang berfungsi sebagai bantalan agar sendi dapat bergerak tanpa gesekan.
Sendi yang paling sering mengalami kondisi ini adalah sendi di bagian pinggul, lutut, tangan, dan tulang belakang. Radang sendi terjadi ketika tulang rawan di ujung-ujung tulang pada persendian secara perlahan memburuk. Ketika jaringan ini rusak, tulang akan bergesekan langsung dengan tulang lainnya.
Selain memengaruhi tulang rawan, radang sendi juga bisa berdampak pada seluruh struktur sendi. Perubahan ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan ikat yang berfungsi menahan sendi dan menempelkan otot pada tulang. Akibatnya, muncul peradangan yang menimbulkan nyeri, kaku, dan gangguan gerak, yang sering dialami oleh banyak orang, terutama seiring bertambahnya usia.
Gaya Hidup Pemicu Radang Sendi di Usia Muda
Secara umum, osteoarthritis sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang identik dengan orang tua. Namun faktanya, sakit radang sendi pada lutut juga bisa dialami oleh usia muda. Gejalanya pun sering kali berbeda dibandingkan dengan yang dialami oleh lansia.
Pada usia muda, radang sendi umumnya menyerang sendi-sendi yang sering menopang beban tubuh seperti pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. Gejala yang sering muncul antara lain kesulitan berjalan, berjongkok, cepat lelah, keterbatasan gerak, nyeri sendi, hingga mudah terjatuh. Meski demikian, gejala yang dialami tiap individu bisa berbeda-beda tergantung pada sendi yang terkena dan tingkat keparahannya.
Lalu, apa saja yang bisa menjadi penyebab radang sendi di usia muda? Berikut beberapa faktor gaya hidup yang sering menjadi pemicunya.
1. Aktivitas Fisik Berlebihan
Penyebab radang sendi di usia muda salah satunya yaitu aktivitas fisik secara berlebihan. Aktivitas fisik yang berlebihan ini seperti aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan dan berbagai aktivitas yang menyebabkan sendi menjadi tertekan terus menerus seperti sering menggunakan sepatu dengan hak tinggi.
2. Obesitas atau Kelebihan Berat Badan
Apabila berat badan seseorang berlebihan atau obesitas, secara otomatis beban sendi tentu akan bekerja lebih keras untuk menumpu beban. Beban sendi atau kelebihan kekuatan ini yang bisa menjadi sebab radang sendi pada usia muda.
3. Faktor Genetik
Faktor genetik cukup berperan dalam peningkatan resiko radang sendi yaitu 50%.
4. Atlet
Seorang atlet dengan aktivitas fisik yang melakukan gerakan secara berulang maupun mengangkat beban yang berat memiliki resiko yang tinggi mengalami sakit radang sendi pada lutut. Oleh karena itu, bagi usia muda cegah radang sendi ini dengan mengatur asupan nutrisi dan lakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kapasitas.








