IT Del Berikan Kontribusi Dalam Mencetak Talenta Baru Untuk Percepatan Transformasi Digital

Jumat, 24/09/2021 - 13:07
IT Del akan selenggarakan simposium nasional bertajuk “AI Campus untuk Industrialisasi Inteligensi” dalam rangka merayakan ulang tahun ke-20 IT Del dan Yayasan Del

IT Del akan selenggarakan simposium nasional bertajuk “AI Campus untuk Industrialisasi Inteligensi” dalam rangka merayakan ulang tahun ke-20 IT Del dan Yayasan Del

Klikwarta.com, Jakarta - Transformasi digital merupakan penerapan teknologi digital untuk menciptakan inovasi atau memodifikasi hal yang sudah eksis guna memenuhi kebutuhan baru. Pemerintah Indonesia sudah sangat serius hingga menjadikan percepatan transformasi digital sebagai bagian dari agenda pemerintah, karena dapat menjadi upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, sekaligus mempersiapkan masyarakat Indonesia untuk memasuki era revolusi industri 4.0.

Percepatan transformasi digital di Indonesia juga dibantu dengan teknologi yang sudah tersedia. Artificial intelligence (AI), 5G, cloud computing, dan Internet of Things (IoT) adalah beberapa teknologi baru yang telah ada dan akan terus berkembang untuk mendukung aktivitas sehari-hari ketika transformasi digital sudah berhasil diterapkan. Selain itu, transformasi digital juga memerlukan talenta-talenta digital yang memiliki kapabilitas untuk menjalankan teknologinya.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate dalam pembukaan Online Academy Angkatan 2 DTS 2020, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan digital skills gap. Dengan begitu, Indonesia memerlukan berbagai talenta yang memiliki keahlian industri 4.0, seperti Big Data Analytics, AI, Cybersecurity, Cloud Computing, IoT, Machine Learning, dan sebagainya. Selain itu, talenta digital harus dilengkapi dengan soft-skill yaitu 21st
Century Skills yakni Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication. Kombinasi dari kecakapan-kecakapan inilah yang paling dibutuhkan untuk membantu akselerasi transformasi digital.

Namun, menurut data World Bank 2016, Indonesia hingga tahun 2030, membutuhkan setidaknya sembilan juta talenta digital, atau sekitar 600 ribu talenta per tahun, sejak tahun 2015. Guna menyiapkan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut, pemerintah memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang merupakan tempat untuk mencetak talenta digital baru.

Untuk membahas lebih lanjut mengenai hal tersebut, IT Del, salah satu unit dan afiliasi Yayasan Del, akan menyelenggarakan Simposium Nasional bertema “AI Campus untuk Industrialisasi Inteligensi”. Acara ini merupakan komitmen IT Del dalam mencetak talenta baru untuk berkontribusi dalam agenda transformasi digital pemerintah Indonesia. Simposium ini juga diselenggarakan dalam rangka merayakan ulang tahun IT Del dan juga Yayasan Del yang ke-20 dengan tema besar “Warisan untuk Bangsa”.

Simposium Nasional ini akan dibuka oleh Pendiri dan Pembina Yayasan Del, Luhut Binsar Pandjaitan, Bupati Toba, Ir. Poltak Sitorus. Acara juga akan dibuka oleh Menteri Pendidikan, Budaya, RIset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, yang akan memberikan pandangannya tentang pentingnya menyiapkan talenta digital serta peran perguruan tinggi didalamnya. Isi acara ini akan dibagi ke dua sesi, sesi pertama akan berbicara mengenai peran AI di negara
berkembang dan pengaplikasiannya, yang akan dibawakan oleh Rektor IT Del, Professor Togar Simatupang, Al Solution Sales Head, Huawei Indonesia Cloud BU, Randal Wang Feng, serta Anggota Kehormatan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dr. Saswinadi Sasmojo. Sesi selanjutnya akan membahas implementasi AI pada berbagai industri, khususnya
kesehatan dan pariwisata yang akan dibawakan oleh, Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika – Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Dr. Drs. Agung Eru Prabowo, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno. Simposium nasional akan dilaksanakan pada 30 September 2021 secara virtual di aplikasi Zoom juga ditayangkan live melalui kanal YouTube IT Del di tautan berikut ini. Untuk mengikuti simposium nasional IT Del via Zoom, anda dapat mendaftarkan diri melalui tautan berikut ini.

***

Tentang Yayasan Del

Kami adalah organisasi nir laba yang didirikan untuk membawa perubahan dan pembaharuan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas inisiasi Jend. TNI (Purn). Luhut Binsar Pandjaitan bersama Devi Simatupang, Yayasan
Del memulai kegiatannya pada tahun 2001 dengan membangun sebuah institusi pendidikan berkualitas global di desa terpencil, Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Menghadirkan akses pendidikan berkualitas di daerah terpencil, menjadi satu komitmen awal Yayasan Del dalam upayanya untuk menyetarakan kompetensi individu di daerah. Yayasan Del kemudian mengembangkan program yang disusun untuk mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Melalui program-program tersebut, kualitas sumber daya manusia Indonesia akan mampu berkembang secara optimal, hingga kelak dapat menjadi generasi penerus yang berguna bagi bangsa dan negara.

Tentang Institut Teknologi Del

IT Del didirikan oleh Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, yang pada saat itu masih menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Di samping turut berperan sebagaiinisiator penggerak pembangunan di Tapanuli, IT Del juga diharapkan dapat menginkubasi lahirnya para wiratekno (technopreneur) baru di bidang teknologi informasi dan komputer.

Alasan mengapa IT Del didirikan di desa pelosok Sitoluama, menurut Luhut Pandjaitan yakni: adanya keinginan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat pedesaan, pelosok untuk sama-sama dapat menikmati pendidikan yang berkualitas. Banyak remaja desa yang mampu secara akademik namun tidak dapat masuk ke perguruan tinggi yang bereputasi di Jawa, sehingga perlu sekolah yang berkualitas di pelosok untuk memberikan kesempatan yang sama
dalam mempersiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Sementara teknologi informatika dan komputer memiliki peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan, pendidikan bidang informatika dan komputer masih sedikit hadir di pelosok Indonesia. Alasan lainnya adalah adanya panggilan yang didasari atas mimpi atau visi bahwa suatu ketika akan ada alumni atau dosen IT Del yang menorehkan penghargaan tingkat dunia seharum Penghargaan Nobel.

Berita Terkait