JPU KPK Tuntut Dirwan Mahmud 7 Tahun Kurungan

Dirwan Mahmud usai menjalani sidang tuntutan
Dirwan Mahmud usai menjalani sidang tuntutan

Klikwarta.com - Sidang tuntutan Bupati Bengkulu Selatan nonaktif Dirwan Mahmud dengan agenda mendengarkan pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) digelar Kamis (10/01/2019) di Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu.

Sidang di pimpin oleh Hakim ketua Selamet Suripto di dampingi oleh hakim anggota I Gabriel Sialagan dan hakim anggota II Rahmat.

JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muhammad Nur Aziz dan Muhamad Asri dalam pembacaan tuntutannya menyampaikan bahwa terdakwa Dirwan Mahmud dinyatakan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Terdakwa Dirwan Mahmud terbukti menerima suap dari Jauhari alias Jukak, suap tersebut merupakan fee dari proyek pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2018.

"Terdakwa terbukti menerima suap dari kontraktor yakni Jauhari dengan cara bekerja sama denga istrinya Hendrati dan keponakannya Nursilawati", kata Muhammad Nur Aziz.

Dalam kasus ini terdakwa Dirwan Mahmud akan dikenakan pasal 12 huruf a Jo pasal 11 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tenang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 KUHP Jo pasal 64 ayat 1 KUHP. 

Dengan di kenakan pasal tersebut, maka Dirwan Mahmud dituntut dengan hukuman 7 tahun kurungan dipotong masa tahanan dan denda sebesar Rp300 Juta subsider 6 bulan kurungan. (Ferdi)

Related News