Kuota BBM Ditambah, Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (MoA) bersama Pemprov Bengkulu
Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (MoA) bersama Pemprov Bengkulu
Kominfo Mukomuko
Polda-SMSI Bengkulu.
Polda Bengkulu

Klikwarta.com - Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, selain melakukan Penandatanganan MoU dan MoA dengan BPH Migas, Kamis (06/12) kemarin, juga mengusulkan penambahan kuota BBM dan usulan tersebut telah disetujui BPH Migas, dengan menyediakan 99 Kilo Liter (KL) untuk tahun 2019, yang sebelumnya kuota BBM di Bengkulu sebesar 96 KL.

“Jadi apa yang kita sampaikan ke BPH Migas direspon penambahan kuota Bengkulu untuk 2019. Walaupun kuota secara nasional turun, BPH Migas memberikan garansi untuk Bengkulu, sudah ditandatangani dan naik dari kebutuhan sebelumnya,” terang Rohidin Mersyah.

Guna meminimalisir antrean panjang hampir di seluruh SPBU di Bengkulu, lanjut Rohidin, pengawasan akan ditingkatkan Pemprov Bengkulu bersama Aparat Penegak Hukum dan Instansi terkait lainnya.

Selain itu, juga dilakukan pendataan jumlah kebutuhan BBM untuk industri, sehingga oknum yang dengan sengaja meraup keuntungan dengan menjual BBM bersubsidi bisa ditindak tegas.

“Kita juga akan kawal betul kebutuhan industri terhadap BBM itu berapa. Ini harus saya pastikan betul kebutuhan mereka seberapa, berapa yang bersumber dari Pertamina dan berapa yang bersumber dari pihak lain. Sehingga BBM bersubsidi ini betul-betul dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Sementara kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa, menyampaikan Bengkulu tetap menjadi perhatian khusus BPH Migas untuk menambah kuota BBM terutama jenis Solar dan Premium.

"Jadi saya juga mewakili pemerintah, meminta masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan ketersediaan BBM ini, apalagi penyaluran Solar secara nasional hingga saat ini baru 87 persen dan 74 persen untuk Premium", jelasnya. (MC) 

Dibaca: 21 kali

Related News