Langgar Syariat Islam, Dua Guru di Aceh Singkil Dicambuk

Sabtu, 18/07/2020 - 23:16
Salah seorang terhukum oknum guru menjalani hukum cambuk yang dilaksanakan di LP Aceh Singkil.
Salah seorang terhukum oknum guru menjalani hukum cambuk yang dilaksanakan di LP Aceh Singkil.

Klikwarta.com, Aceh Singkil - Sepasang oknum PNS yang berprofesi sebagai guru disalah satu Sekolah Dasar  (SD) diKabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, dieksekusi hukum cambuk didepan umum, karena terbukti melakukan perbuatan melanggar Syariat Islam.

Dua oknum guru pasangan non muhrim berinisial ARS dan RK yang baru diangkat menjadi PNS jajaran Pemkab Aceh Singkil itu dieksekusi hukum cambuk Sesuai putusan Mahkamah Syariah Singkil, nomor 7/JN/2020/MS-Skl, yang dilaksanakan di Rutan Kelas II B Singkil, Jum'at (17/07/2020).

"Dihari dan tempat yang sama, sesuai putusan Mahkamah Syariah Singkil, nomor 6/JN/2020/MS-SKL, eksekusi hukum cambuk juga dilakukan terhadap  seorang terpidana SN yang terbukti melakukan pelecehan terhadap anak dibawah umur, ucap Kasi Tindak Pidana Umum, Kajari Aceh Singkil, Lili Suparli,SH,MH, Sabtu, 18/07/2020.

Dua terpidana oknum guru PNS itu menjalani hukuman 24 kali cambukan setelah dipotong masa tahanan 1 kali, ungkap Kepala Sat Pol PP dan WH Aceh Secara Singkil, Ahmad Yani.

Sedangkan terpidana pelecehan terhadap anak dibawah umur SN pria beristeri warga Kecamatan Suro Makmur Aceh Singkil, dihukum cambuk sebanyak 60 kali dimuka umum.

Seperti diketahui, terpidana oknum guru yang baru diangkat menjadi PNS berinisial RK merupakan wanita yang telah bersuami dan ARS seorang pria lajang.

Menyikapi Oknum guru yang tersandung perbuatan asusila itu, Kadis Pendidikan Aceh Singkil, Khalilullah berharap, Pemkab setempat dapat memberikan sanksi tegas terhadap tenaga pengajar tersebut yang telah mencoreng dunia pendidikan setempat.

"Pemerintah diharap dapat memberikan sanksi terberat kepada oknum guru yang telah mencoreng dunia pendidikan itu, bila perlu dipecat saja", ujar Khalilullah melalui telepon selulernya.

(Pewarta : Supriadi)

Related News

Loading...

pers

loading...