Misteri Watu Lawang, Diduga Pintu Masuk Peradaban Masa Lalu

Sabtu, 08/05/2021 - 15:18
Misteri Watu Lawang Diduga Pintu Masuk Peradaban Masa Lalu
Misteri Watu Lawang Diduga Pintu Masuk Peradaban Masa Lalu

Klikwarta.com, Malang - Dua batu berukuran besar yang terletak di Dusun Maron, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, terkihat mencolok di tengah rerimbun tanaman bambu yang tumbuh di sekitarnya. Kedua batu itu tergeletak di atas permukaan tanah dan saling berjauhan.

Disebut “Watu Lawang” oleh warga setempat, konon kedua batu itu adalah pintu masuk menuju ke suatu tempat, walaupun bila dilihat kondisi saat ini, tidak ada satupun objek yang dituju. 

Menurut cerita warga setempat, di sekitar keberadaan batu ini, ada sesuatu yang tidak bisa diterima logika, nalar dan akal sehat, dalam artian berbau mistis. Benar tidaknya cerita itu, masih belum dapat dibuktikan secara otentik.
Pakde Wondo, pemerhati budaya, (sabtu,8/5/2021) menelusuri keberadaan batu tersebut, sekaligus kejelasan lokasi, ukuran, jenis batu maupun fungsinya di masa lalu. 

Watu lawang berada di titik koordinat 7°52'08.9" lintang selatan dan 112°22'40.7 bujur timur, dengan ketinggian 692 mpdl, dan ada beberapa jalur yang bisa dilalui untuk menuju ke lokasi. Jarak titik lokasi menuju arah jalan raya hanya 214 meter saja, tetapi apabila ditarik garis lurus dari jalan raya, hanya sekitar kurang lebih 100 meter.

Dari penelusuran Pakde Wondo, diketahui kedua batu yang disebut watu lawang oleh warga setempat, saling berjauhan dengan jarak 11,4 meter, dengan ukuran yang berbeda-beda, dan menghadap ke arah barat atau 98o arah timur. 

Batu yang berada di sisi utara berukuran tinggi 2,9 meter dan lebar 1,9 meter, sedangkan batu di sisi selatan berukuran tinggi 3,2 meter dan lebar 2,1 meter. Belum diketahui pasti ukuran kedua batu ini, lantaran kemungkinan masih ada bagian yang masuk ke dalam permukaan tanah.

Menurut Pakde Wondo, tidak diketahui secara pasti fungsi watu lawang dari pengamatan umum, namun menurut keterangan warga setempat, watu lawang dulunya adalah pintu masuk menuju ke suatu tempat. Terkait tempat, sebagaimana fungsi watu lawang sebagai pintu masuk, hingga saat ini masih misteri.

“Kita tidak tahu secara pasti watu lawang yang fungsinya sebagai pintu dari peradaban masa lalu, menuju ke suatu tempat, dan tempatnya dimana, wujudnya apa, bangunan atau bukan bangunan, ini masih misteri bagi kita”.

Dari perspektif lain, ada perbedaan energi di sekitar watu lawang, terutama dari arah timur, melewati kedua batu ini. Energi di sisi timur kedua batu tersebut lebih terasa dibanding area di sisi barat yang relatif sama dengan tempat-tempat lain pada umumnya.
Lokasi keberadaan watu lawang ini sangat cocok bagi para pecinta budaya, selain udara sejuk dan banyaknya pepohonan, suasana alam pedesaan yang berkolaborasi suasana hutan, terasa kental bila kita duduk atau sekedar beristirahat di tempat ini.

Bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke watu lawang, setidaknya kendaraan roda dua maupun empat di parkir di pinggir jalan atau pelataran rumah warga, selanjutnya berjalan kaki menuju lokasi, walaupun ada satu jalur yang memungkinkan bisa dilalui kendaraan roda dua. Hal ini disebabkan jalur tersebut cukup curam dengan tingkat kemiringan 32o hingga 47o, dan apabila hujan, jalanan licin, beresiko bagi pengendara yang belum paham geografis lokasi ini.

(Pewarta : Dodik)

Related News