Tampak air saat menggenangi rumah warga di Kabupaten Aceh Singkil.
Klikwarta.com, Aceh Singkil - Akibat intensitas hujan tinggi yang melanda Kabupaten Aceh Singkil sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan air sungai setempat meluap sehingga menggenagi pemukiman warga.
Genangan air membanjiri sejumlah perumahan warga sejak Senin (21/10/2019) malam sekitar pukul 22.00 WIB, dikala warga yang sedang beristirahat. Pantauan media ini, air sungai yang meluap merendam Dusun Rendahan, Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.
Dengan air yang datang tiba-tiba. Warga mulai disibukan untuk menyelamatkan barang dari air luapan Sungai Boboh.
"Saat itu saya bersama istri dan anak sedang beristirahat, tiba-tiba air datang, namun pagi tadi air sudah surut", ucap Septiawan warga setempat, Selasa (22/10/2019).
"Karena curah hujan yang masih tinggi, warga setempat masih bersiap siaga takutnya meluap lagi sungai", ujarnya.
Camat Gunung Meriah, Drs. Johan Pahmi Sanip membenarkan luapan banjir di Dusun Rendahan, Desa Sidorejo terjadi sekitar pukul 22.00 Wib hingga pukul 00.00 Wib membanjiri pemukiman warga, ketinggian air kurang lebih mencapai 60 Centimeter.
"Sejumlah warga malam itu juga mengaku sempat panik, dan bersiaga, hingga paginya, Alhamdulillah luapan banjir di pemukiman warga yang diakibatkan dari tingginya intensitas hujan dan meluapnya Sungai Boboh sudah mulai surut," jelas Sanip.
Menurut Sanip kawasan Dusun Rendahan salah satu kawasan rawan banjir. "Curah hujan sedikit saja daratan yang dekat dengan Sungai Boboh itu langsung terendam air," sampainya.
Ia meminta Kepala Desa setempat agar segera memberikan laporan dampak bencana banjir tersebut, bila ada hal-hal yang urgen untuk ditanggulangi. Selain itu, ia berharap agar warga tidak membuang sampah sembarangan, sehingga menyebabkan gorong-gorong tersumbat.
Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, meluapnya air sungai dikarenakan curah hujan tinggi di hulu sungai. Palung-palung sungai tidak mampu menampung debit air sungai, karena terjadinya pendangkalan dan dasar sungai menyempit.
Pada saat musim hujan, dari hulu itu air yang membawa berbagai macam batu, dan sisa batangan, daun butiran pasir (sedimentasi). Artinya, banjir terjadi akibat kesmen area hilir tidak mampu menahan luapan air sungai yang penuh.
Sehingga apabila terjadi hanya hujan sesaat, Aceh Singkil mudah sekali tergenang banjir karena permukaan laut lebih tinggi dari daratan Singkil.(ESi)








