Warga Aceh Singkil Diimbau Waspada Gunakan Air Sungai

Sabtu, 16/11/2019 - 20:54
Sekda Kabupaten Aceh Singkil Drs.Azmi saat ditemui wartawan digedung DPRK setempat.

Sekda Kabupaten Aceh Singkil Drs.Azmi saat ditemui wartawan digedung DPRK setempat.

Klikwarta.com, Aceh Singkil - Dengan hanyutnya bangkai babi dialiran Sungai Singkil, Sekda Aceh Singkil, Drs.Azmi, menghimbau agar warga dapat mewaspadai dalam menggunakan air.

"Masyarakat Aceh Singkil terutama yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) untuk sementara supaya dapat mewaspadai serta tidak mekomsumsi air sungai sebagai kebutuhan seperti memasak mencuci dan mandi. Tapi gunakanlah air yang seteril, ucap Sekda Aceh Singkil, Drs.Azmi kepada wartawan, Jumat (15/11/2019).

Menurut pendapat Dinas Kesehatan air sungai yang di endapi bangkai babi tersebut untuk sementara jangan dikonsumsi air nya karena tidak baik untuk kesehatan.

Ditambah menurut pendapat dari MPU daerah atau wilayah air sungai yang sudah merubah warna, merubah rasa, serta merubah bau air, itu dinamakan najis Muklazah sehingga tidak boleh digunakan bersuci, bersuci saja tidak boleh apa lagi di konsumsi, ungkap Azmi.

Dikatakan, bangkai babi yang mengapung sejak kemarin diperkirakan dari beberapa peternakan babi di Sumatera Utara seperti di daerah Tigalingga, Kabupaten Tanah Karo dan daerah Sidikalang, Kabupaten Dairi yang melintasi Sungai Alas Kutacane.
Kemudian alirannya menuju Sungai Souraya Kota Subulusaalam hingga bermuara ke Sungai Rintis di Kabupaten Aceh Singkil.

Sekda berharap, agar Masyarakat dan aparat desa Kota Subulussalam Supaya melakukan evakuasi terus dan jangan membiarkan masuk ke Perairan Aceh Singkil.

Karena bangkai babi tersebut lebih dulu melintasi sungai Subulussalam, jadi diharapkan supaya masyarakat serta aparat keamanan yang tinggal dekat perairan tepi sungai Subulussalam agar tidak membiarkan bangkai babi tersebut masuk ke Singkil karena itu suatu pahala juga, harapnya. (ESi)

Berita Terkait