Sejumlah perwakilan IGPIN Kabupaten Blitar saat di ruang Sasana Adhi Praja kantor Bupati Blitar setelah bertemu Bupati Blitar.
Klikwarta.com, Blitar - Sejumlah tenaga kependidikan yang tergabung pada Ikatan Guru Pejuang Inpassing Nusantara (IGPIN) Kabupaten Blitar mendatangi kantor Bupati Blitar, Kamis (26/12/2019).
Puluhan pendidik IGPIN dibawah naungan Kementerian Agama ini mendatangi Bupati Blitar Rijanto di kantornya. Disana, perwakilan IGPIN Kabupaten Blitar mencurahkan keluh kesahnya sebagai tenaga pendidik non pegawai negeri sipil (pns) yang notabene belum memiliki kesejahteraan hidup yang cukup.
Koordinator IGPIN Kabupaten Blitar Muhammad Fahrudin menjelaskan, beberapa hal yang disampaikan kepada Bupati Rijanto selain soal gaji guru yang dibawah upah minimum kabupaten Blitar, sekaligus menyinggung persiapan perwakilan IGPIN Kabupaten Blitar ke Jakarta mendatangi kementerian terkait, untuk membahas persoalan tersebut.
"Guru-guru yang bukan PNS ini kan gajinya masih dibawah standar UMK, mbok mungkin Bapak Bupati mempunyai perhatian khusus kepada guru-guru di kabupaten Blitar kaitannya dengan sumber daya manusia," kata Fahrudin kepada klikwarta.com setelah bertemu Bupati Rijanto.
Fahrudin mengaku, guru-guru Inpassing di Kabupaten Blitar selama ini kesejahteraannya belum memenuhi kelayakan. Dikatakannya, guru-guru yang sudah memiliki SK Inpassing mestinya menerima gaji yang semestinya layak diterima.
"Yang pejuang guru Inpassing ini belum mendapatkan SK inpassing. Jadi ketika sudah mendapat SK inpassing, contoh gajinya 1,5 juta, yang jelas lebih dari itu sesuai dengan golongannya," tuturnya.
Sekadar informasi, jumlah anggota IGPIN Kabupaten Blitar saat ini sekitar 400 orang. Struktur keanggotaan itu sudah terbentuk sejak 2018 lalu. Rencanya, ratusan IGPIN Kabupaten Blitar bakal ke pemerintah pusat di Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya.
Hanya saja, ketika perwakilan IGPIN Kabupaten Blitar meminta arahan dan petunjuk soal itu kepada Bupati Rijanto, diminta cukup perwakilan saja IGPIN Kabupaten Blitar yang datang ke Jakarta. Sebab, agenda tersebut juga diikuti oleh daerah-daerah lain di Indonesia.
(Faisal)








