Kemenhan Harapkan Peserta Bela Negara Mampu Menyebarluaskan Nilai-Nilai Bela Negara ke Masyarakat

Kamis, 27/02/2020 - 16:44
Direktur pertahanan bela negara Kemenhan Brigjen TNI Jubei Levianto S.Sos.M.M menutup acara sosialisasi kesadaran bela negara lingkup pendidikan kota Bitung

Direktur pertahanan bela negara Kemenhan Brigjen TNI Jubei Levianto S.Sos.M.M menutup acara sosialisasi kesadaran bela negara lingkup pendidikan kota Bitung

Bitung, Klikwarta.com - Sosialisai kesadaran Bela Negara hari kedua (terakhir) oleh kementerian pertahanan Republik Indonesia di lingkup pendidikan kota Bitung ditutup oleh Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemenhan RI Brigjen TNI.Jubei Levianto,S.Sos.M.M. Dengan menghadirkan narasumber kadis komunikasi dan informatika Farnky Sondak,Dan waKapolres Bitung Kompol.M.Aritonang,SH,SIK,MM.bertempat hotel Nalendra, kelurahan Aertembaga satu kecamatan Aertembaga Kamis,27/02/20.

Pada kesempatan itu kadis Kominfo Franky Sondak memberikan pemaparan dengan tema bijak bermedia sosial adalah bagian dari bela negara 

mengingat pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi, media sosial yang paling banyak di gunakan adalah Facebook, Tweeter dan WhatsApp.

"Media sosial sering juga disalahgunakan untuk judi online, penipuan lewat penjualan online dan menyebarkan Hoax", ujarnya.

Sondakh juga mensosialisasikan temtang UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dimana UU ini mengatur masalah pencemaran nama baik, Hoax, ujaran kebencian, yang terjadi di media sosial.

"Gunakanlah media sosial dengan baik dan bijak dengan memberikan informasi dengan cara kita masing-masing yang tidak menyesatkan", ingatnya.

s

Sementara Wakapolres Bitung Kompol Margonda Aritonang,SH,SIK,MM memaparkan tentang pentingnya Semangat Bela Negara dalam menangkal Radikalisme dan terorisme Di Indonesia yang pluralis,akar perbuatan teror itu adalah radikal,antara radikalisme dan terorisme itu berkaitan erat.

"Bentuk radikalisme ada bermacam macam,Radikalisme keyakinan (Kelompok yang suka mengkafirkan orang lain), Radikalisme Tindakan (Kelompok yang melakukan kekerasan dan bom bunuh diri),Radikalisme Politik (Kelompok yang ingin merubah Ideologi Negara)", ujar Aritonang

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk Langkah langkah penanganan radikalisme dan terorisme harus dengan cara cara di antaranya, Kontra Radikalisme  yakni membangun pertahanan diri agar tidak muda terpapar radikalisme,Kontra Propaganda dengan membalikan konten konten bermuatan negatif dengan konten positif dan Kontra Ideologi, dengan mengutamakan Pancasila serta deradikalisasi yang biasa di kenal dengan istilah upaya untuk mengembalikan orang orang yang sudah terpapar radikalisasi menjadi lebih baik.

"Pencegahan terbaik dari perbuatan radikalisme dan terorisme adalah dengan memberikan informasi kepada pihak berwajib '' jelasnya lebih lanjut.

Aritonang juga menambahkan bahwa saat ini langkah penanganan yang telah dilakukan oleh Polres Bitung adalah mendeteksi dini daerah daerah rawan terutama pintu pintu masuk di kawasan pesisir, melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang bahaya radikalisme dan hoax di sekolah sekolah, universitas juga kepada kelompok masyarakat yang ada di Kota Bitung.

f

Sesi tanya jawab

Menutup acara sesi jawab kasubdit lindik ditbelneg Dra.Endang Suryaningsih,MSi berharap semoga kegiatan sosialisasi dua hari ini bisa bermanfaat dan bisa di tanamkan bersama pasangan diri kita untuk menjadi aspek dalam bela negara,harapnya.

Sementara itu Direktur Bela Negara Dirjen Pothan Kemenhan RI Brigjen TNI.Jubei Levianto menutup acara ini mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah kota Bitung,dan berharap dengan bekal yang didapat selama kegiatan sosialisasi didukung dengan semangat dan motivasi serta pengalaman masing-masing peserta.

''Semoga saudara-saudara sanggup dan mampu menyebarluaskan nilai-nilai bela negara kepada masyarakat khususnya di lingkup pendidikan dan materi yang telah disampaikan kepada peserta sosialisasi kesadaran bela negara dapat menjadi referensi dalam mewujudkan kesatuan pemahaman tentang pentingnya kesadaran bela negara, jauh lebih penting lagi adalah aktualisasi nilai cinta tanah air kesadaran berbangsa dan bernegara", ungkapnya

Dan Jubei juga menjelaskan kesetiaan kepada Pancasila sebagai ideologi negara dan rela berkorban bagi bangsa dan negara merupakan modal sosial, yang sangat penting guna memperkuat kemampuan awal bela negara sesuai peran dan profesi kita masing-masing, dengan demikian kesadaran bela negara tidak hanya sekedar slogan tanpa makna akan tetapi menjadi sebuah kesadaran nasional yang menjadi komitmen bersama dalam rangka membangun sumber daya manusia yang unggul dan memiliki jiwa juang yang tinggi dalam menjaga kelangsungan hidup bangsa dan negara.

"Nilai-nilai bela negara sesungguhnya tidak dalam keseharian kita namun demikian perlu dibudayakan agar menjadi gaya hidup setiap generasi yang tertanam di hati setiap warga negara untuk senantiasa mencintai negaranya sesuai profesinya masing-masing  dan Saya yakin dan percaya dengan bekal yang didapat selama sosialisasi kesadaran bela negara ingin kuat kita bersama dalam membangun sikap mental dan karakter bangsa Indonesia yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme serta kesadaran bela negara di semua bidang kehidupan kita mampu menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia dari berbagai bentuk ancaman yang multidimensi dengan demikian kedaulatan negara keutuhan wilayah terjamin dan keselamatan bangsa dari segala bentuk ancaman", jelas Jubei.

Turut hadir pada kegiatan terkahir ini, Kasubdit lindik ditbelneg Dra.Endang Purwaningsih,MSi, Kasi Mamet subdit Lingdik Dit Bela negara Ditjen Pothan Kemhan Letkol Inf.Imam Subekti, Pasi Komsos Korem 131/stg Mayor Inf.Jemmy Lotulung, Kasdim 1310 Bitung Mayor Inf.Vino Onibala, Kakanwil Kemenhan Propinsi Sulut Kolonel Inf.Tri Agus Siswanto, Pasharmat Satrol Lantamal VIII Manado Mayor Laut (T) Yono Sayono, Pasi Ter Kodim 1310 Bitung Letda Aldewiet Gansa, Kapten Inf.Brader Sijabat, Kapolsek Aertembaga AKP.Magdalena Sitepu, Kadis pendidikan Bitung, Julius Ondang,SPd.MSi, Mahasiswa dan siswa SMA SMK, para guru dan dosen, perwakilan pengadilan negeri Bitung.

(Pewarta : Laode)

Berita Terkait