DPRD dan Pemda SBB Tinjau Dampak Bencana Telaga Namaola

Senin, 02/03/2020 - 11:06
DPRD dan Pemda SBB Tinjau Dampak Bencana Telaga Namaola

DPRD dan Pemda SBB Tinjau Dampak Bencana Telaga Namaola

Klikwarta.com.SBB,Maluku - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, yang tergabung dalam Komisi II dan III melakukan kunjungan kerja melihat kondisi terkini danau Namaola guna mencari solusi penanggulangan telaga Namaola secara parmanen, Minggu (1/3/2020).

Sebelum melakukan tatap muka dengan tokoh agama, pemuda, dan masyarakat desa Buano Utara, DPRD dan Pemda SBB dalam hal ini Dinas Sosial dan BPBD SBB meninjau telaga namaola serta melihat rumah - rumah warga yang terkena dampak luapan telaga Namaola tersebut.

Usai melihat kondisi dan keadaan telaga Namaola serta pemukiman warga, DPRD dan Pemda SBB lakukan tatap muka bersama tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat dalam tatap muka yang bertempat di Baileo (Tainan) Ety desa Buano Utara kecamatan Huamual Belakang Kab SBB.

Menurut masyarakat desa Buano Utara luapan telaga Namaola bukan saja baru terjadi pada tahun ini, namun tahun - tahun sebelumnya terjadi luapan yang sama sehingga tergenang pemukiman warga ,jika debat air yang tinggi dan tidak dapat ditampung oleh telaga Namaola sehingga meluap sampai kepemukiman warga setempat.

Mm

Luapan telaga Namaola sudah menjadi langganan, dan dirasakan oleh masyarakat setempat, dengan itu masyarakat berharapkan agar pemerintah daerah kabupaten Seram Bagian Barat dan DPRD, untuk mencarikan solusi terkait penanangan dan penanggulangan telaga Namaola agar masyarakat Buano Utara bisa dapat terhindar dari luapan telaga yang ada, dengan menyediakan pompa air untuk menyedot air pada telaga Namaola, dalam hal ini jika terjadi hujan masyarakat tidak kena lagi dampak dari luapan telaga tersebut. 

Masyarakat juga sesalkan dengan langkah yang diambil oleh Pemda SBB, terkait bantuan yang disalurkan berupa beras dan sarimi, masyarakat Buano Utara tidak lapar akibat dari luapan telaga, seharusnya yang diberikan Pemda SBB berupa alat dapur, jika pemda berikan Beras dan sarimi masyarakat mau masak pakai apa? Itu yang seharusnya dilakukan Pemda SBB. Dan masyarakat butuh solusi dari Pemda SBB untuk penanganan dan penanggulangan telaga namaola itu sendiri.

Menyikapi harapan masyarakat desa Buano Utara, DPRD dan Pemda SBB bersekapat untuk menyelesaikan permasalahan telaga Namaola yang bertahun - tahun telah membuat masyarakat resah karena luapan telaga Namaola merendam pemukiman warga jika terjadinya hujan deras dan volume air tidak dapat ditampung sehingga meluap ke pemukiman warga desa Buano Utara.

Wakil Ketua I DPRD SBB ARIFIN PONDLAN GRISYA dikatakannya. Hadirnya DPRD dan Pemda SBB untuk merangkup apa yang menjadi kebutuhan dasar dari masyarakat buano utara untuk segera melakukan langkah-langkah preventif untuk selesaikan masalah telaga Namaola, akibat dari dampak luapan Namaola sehingga terendamnya pemukimanan warga.

DPRD dan Pemda SBB akan melakukan tindakan bagaimana supaya telaga Namaola itu jangan meluap, mungkin dari teknis sudah bisa diketahui apa yang harus disediakan salah satunya itu  pompa air ini untuk penanganan sementara. Dan direncanakan pengkajian secara matang agar  proses pelaksanaan proyek untuk penanganan telaga tersebut bisa berlaku sepanjang masa dan tidak lagi terjadi bencana akibat luapan telaga itu sendiri dan itu sangatlah penting, serta DPRD dan Pemda SBB  butuh kesepakatan masyarakat adat Buano Utara yang ada disini, sebab ini berkaitan dengan adat yang katanya sangatlah sakral dan kesepatan antara tokoh adat mungkin dapat hasilkan perencanaan yang dilakukan oleh DPRD dan Pemkab SBB dalam hal ini apakah telaga itu mau ditimbun dengan material atau dibangun gorong - gorong.

Kata Arifin, intinya kita DPRD dan Pemda SBB butuh kesepakatan dari rapat antara pemerintah negeri dan soa - soa jika sudah ada kesepatan kita jalankan untuk proses kedepan karena selama ini hanya sebatas janji-janji. "maka kali ini lewat DPRD kita akan mengawal terhadap apa yang merupakan kebutuhan masyarakat Buano Utara soal telaga kita akan tetap kawal", jelas Podhlan.

Hal yang sama pula disampaikan wakil ketua II DPRD SBB La Nyong. Sasaran pertama itu bagaimana menyelesaikan masalah ini secara permanen, dan itu akan dilakukan melalui teknis yang akan dilaksanakan oleh pihak BPBD ,Dinas Sosial, Litbang dan PU, dan akan kita lakukan penyedotan air pada telaga dengan menggunakan mesin pompa sambil menunggu hasil kajian yang akan dilakukan oleh pihak Litbang.

Dan langkah yang sudah kita ambil untuk bagaimana menyelesaikan permasalahan telaga Namaola agar supaya tidak lagi bencana dengan tergenangnya air sehingga meluap ke pemukiman warga Desa Buano Utara. "Intinya kita tetap mengawal sampai pada anggarannya dan menunggu hasil kajian Litbang agar kita lakukan proses pekerjaan sesuai dengan hasil kajian Balitbang Kabupaten Seram Bagian Barat", janji La Nyong.

(Pewarta : Fitrah)

Berita Terkait