640,9913 Ha Kebun Sawit Masyarakat di Kabupaten Mukomuko Sudah PKS

Sabtu, 02/08/2025 - 00:13
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Fitriyani Ilyas

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Fitriyani Ilyas

Klikwarta.com, Mukomuko - Sampai saat  ini sudah 640,9913Ha Kebun Sawit Masyarakat di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu yang sudah melakukan Perjanjian Kerja Sama, untuk peremajaan atau replanting.

Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Fitriyani Ilyas, melalui Kepala Bidang Perkebunan, Iwan Cahaya, kepada awak media klikwarta.com, pada Jumat, 01/08/25.

“Untuk 2025 ada 640, 9913 Ha yang sudah Perjanjian Kerja Sama (PKS),  untuk Peremajaan Kelapa Pekebun (PKSP),” kata Kabid Perkebunan Iwan Cahaya.

Iwan Cahaya, menyampaikan 640,99Ha tersebut tersebar di Kecamatan Teramang Jaya, Pondok Suguh, Malin Deman, Air Dikir, Teras Terunjam dan Teramang Jaya.

”343,4297Ha tersebar di Kecamatan Teramang Jaya dan Pondok Suguh., 67,8000Ha di kecamatan Malin Deman, 229,7616Ha ada di Kecamatan Air Dikit, Teras Terunjam dan Selagan Raya,” sampai Iwan Cahaya.

Ditambahkan Iwan Cahaya, sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) atau replanting di tahun 2025 sudah dilaksanakan di Kecamatan Ipuh dan Air Rami.

“Besar harapan kami dengan adanya sosialisasi di Kecamatan Ipuh dan Air Rami,  ada pengusulan untuk Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP), karena selama ini 2 kecamatan itu belum mengajukan PKSP”, ungkap Iwan Cahaya.

Kemudian Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko,Fitriyani Ilyas, Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) atau repalnting kebun sawit masyarakat tahun 2025 ditargetkan seluas 1.000 ha.

“Kita ditarget ditahun 2025 ini Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun minimal seluas 1.000ha, artinya jika masyarakat banyak yang membutuhkan atau mau ikut program replanting, bisa sampai 5.000ha tidak masalah,” kata Fitriyani Ilyas.

Menurut Kadis Pertanian Fitriyani Ilyas Replanting (Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun), atau kebun-kebun sawit masyarakat, dengan dana Rp.60juta/Ha dari Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, bertujuan untuk meningkat penghasilan atau kesejahteraan.

“Melalui program replanting, supaya seluruh sawit-sawit masyarakat memiliki atau dimulai dengan bibit unggul sehingga hasilnya maksimal, tentu akhirnya untuk kesejahteraan pekebun,” pungkas Fitriyani Ilyas. (ADV/KR)

Berita Terkait