Ratusan personel tim SAR gabungan dikerahkan untuk melacak keberadaan Yasid Ahmad Firdaus (26), pendaki asal Colomadu yang hilang di Bukit Mongkrang
Klikwarta.com, Karanganyar - Operasi kemanusiaan berskala besar tengah berlangsung di kawasan Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar.
Ratusan personel tim SAR gabungan dikerahkan untuk melacak keberadaan Yasid Ahmad Firdaus (26), pendaki asal Colomadu yang dinyatakan hilang misterius sejak Minggu (18/1/2026).
Hingga memasuki hari kedua pencarian pada Selasa (20/1/2026), sebanyak 10 SRU (Search and Rescue Unit) telah melakukan penyisiran di sejumlah titik di kawasan Bukit Mongkrang, namun hasilnya masih nihil.
Peristiwa ini bermula saat Yasid mendaki bersama tiga rekannya, Cahya, Salman, dan Riyan, pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Segalanya tampak berjalan lancar hingga rombongan mencapai puncak pada pukul 08.00 WIB.
Petaka muncul saat mereka memutuskan untuk turun. Berdasarkan keterangan Kalak BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, rombongan sempat membentuk formasi beriringan di atas Pos 3 dengan urutan Salman di bagian paling depan, kemudian Cahya, Yasid (Survivor), dan Riyan berada paling belakang.
Namun, saat Salman dan Cahya tiba di basecamp untuk menunggu, hanya Riyan yang muncul dari jalur pendakian. Yasid, yang seharusnya berada di posisi ketiga atau di depan Riyan, raib tanpa jejak di tengah jalur.
Kegagalan tim pada pencarian hari pertama memicu strategi baru. Hendro Prayitno menegaskan bahwa radius pencarian kini diperluas secara signifikan untuk menutup kemungkinan korban keluar dari jalur utama.
"Tim menyisir wilayah dari Pos Bayangan hingga Nguncup, mencakup jalur sungai sampai Mraten, serta kawasan Punggungan Pos 3," ujar Hendro, Selasa (20/1/2026).
Operasi ini merupakan upaya kolektif yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Perhutani, pengelola Bukit Mongkrang, hingga warga lokal yang memahami medan.
Meski pencarian mandiri telah dilakukan oleh petugas basecamp sesaat setelah laporan masuk pada Minggu sore, tantangan medan dan cuaca membuat Yasid belum juga ditemukan.
Saat ini, harapan bertumpu pada ketelitian ratusan relawan yang tengah berjuang melawan waktu di tengah hutan Lawu. Tim akan melanjutkan pencarian Rabu (21/1/2026), dengan sejumlah metode.
"Tim berencana melakukan penurunan menggunakan peralatan vertikal serta memanfaatkan drone untuk pemantauan udara. Penyisiran berikutnya akan difokuskan pada jalur Pos Bayangan–Nguncup serta punggungan Pos 3," tegas Hendro.
Pewarta : Kacuk Legowo








