Kapal pesiar yang berlabuh di perairan Telaga Nipa
Klikwarta.com, SBB, Maluku - Guna antisipasi penyebaran virus Covid- 19 di Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku, langkah pengawasan juga dilakukan pula di desa maupun di dusun yang ada di pesisir pantai. Hal ini untuk mewaspadai orang luar yang tidak dikenal singgah.
Seperti yang terjadi di perairan Telaga Nipa, Desa Waesala kecamatan Waesala kecamatan Huamual Belakang, kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.
Salah satu kapal pesiar sedang berlabuh didepan Dusun Telaga Nipa Desa Waesala, kecamatan Huamual Belakang kabupaten Seram Bagian Barat Maluku. Kapal tersebut merupakan kapal asing yang tidak diketahui oleh masyarakat setempat.
Informasi yang didapat media ini, kapal pesiar itu berada didepan kampung pada pukul 17:00 WIT, dan salah satu ABK dari kapal pesiar ingin ke darat ke pemukiman warga untuk membeli sembako, namun belum sampai di pemukiman warga, ABK tersebut sudah dilarang oleh Kepala Dusun dan masyarakat Dusun Telaga Nipa setempat untuk tidak boleh mendekati pemukiman warga.
Kepala dusun Telaga Nipa Kamhar saat dikonfirmasi Klikwarta.com lewat telpon selularnya membenarkan bahwa ada kapal asing yang berlabuh didepan kampung Telaga Nipa atas laporan masyarakat.
"Selanjutnya saya menuju ke pantai bersama warga melarang ABK kapal Pesiar Asing untuk tidak mendekati pemukiman warga Telaga Nipa," ungkap Kamhar.
"Beta (saya) minta maaf, dengan persoalan virus Covid-19 yang sudah mewabah didunia ini, makanya orang asing dilarang untuk merapat ditengah-tengah masyarakat. Jadi saya minta dengan hormat kembali ke kapal dan jangan lagi turun ke darat untuk mendekati pemukiman warga", sambung Kamhar kepada ABK.
Dikatakan Kamhar, tujuan ABK kapal tersebut ke darat untuk membeli sembako, ABK kapal belum sempat masuk ke pemukiman warga masih di pantai, dan kapal pesiar tersebut dari Swedia yang hendak melakukan perjalanan, namun mereka kehabisan sembako", kata Kamhar lagi.
"Saya dan masyarakat melarang pihak asing/orang yang tidak dikenal guna mengantispasi hal - hal yang tidak kita inginkan, ini bentuk pengawasan kami ditingkat dusun agar antisipasi penyebaran penularan virus Covid-19", pungkasnya.
Diketahui, dari kapal tersebut ada 3 orang yang sempat berada di pantai. 2 laki-laki dan satu perempuan.
Hingga berita dimuat belum ada informasi dari aparat setempat.
(Pewarta : Fitrah)








