H. Saefudin Beri Pembekalan Manasik Haji di Masjid Jami Dhuyufur Rahman

Minggu, 15/02/2026 - 12:18
H Saefudin saat memberikan pembekalan bimbingan manasik haji nasional di masjid Jami Dhuyufur Rahman Kota Depok, Minggu (15/2)

H Saefudin saat memberikan pembekalan bimbingan manasik haji nasional di masjid Jami Dhuyufur Rahman Kota Depok, Minggu (15/2)

Klikwarta.com, Depok - Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok melaksanakan kegiatan Bimbingan Manasik Haji Nasional bagi calon jamaah haji tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Jami Dhuyufur Rahman, Kecamatan Tapos, pada Minggu (15/2/2026).

Bimbingan manasik ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jamaah secara menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan, kesiapan fisik, maupun penguatan spiritual sebelum menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Para calon jamaah mendapatkan pemaparan mengenai rangkaian ibadah haji, mulai dari tata cara ihram, pelaksanaan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga prosesi lempar jumrah.

Selain penyampaian materi teori, kegiatan ini juga diisi dengan simulasi praktik manasik agar jamaah lebih memahami tahapan perjalanan haji secara nyata. Suasana kegiatan berlangsung khidmat, penuh semangat, dan disambut antusias oleh para peserta yang ingin memastikan kesiapan mereka dalam menjalankan rukun Islam kelima.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok dalam menghadirkan layanan bimbingan ibadah haji yang terstruktur dan berkelanjutan. Layanan tersebut tidak hanya diberikan pada saat manasik, tetapi juga mencakup pembinaan sebelum keberangkatan, pendampingan selama perjalanan, hingga penguatan spiritual jamaah ketika berada di Tanah Suci.

Dalam kesempatan tersebut, H. Saefudin, S.Ag., M.Pd., salah satu pengurus KBIHU Kota Depok turut memberikan pembekalan dan motivasi kepada para jamaah. Ia menekankan bahwa manasik bukan hanya sekadar latihan teknis, tetapi juga sarana memperkuat niat, kesabaran, serta keikhlasan dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.

“Haji adalah perjalanan suci yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Jamaah harus memahami setiap rukun dan wajib haji agar dapat menjalankannya dengan benar, sekaligus menjaga kekhusyukan dan keikhlasan selama berada di Tanah Suci,” ujar H. Saefudin.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam perjalanan ibadah haji, jamaah nantinya berkesempatan mengunjungi Kota Madinah dan melaksanakan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi. 

Momentum tersebut menjadi salah satu pengalaman spiritual yang sangat mendalam, karena jamaah dapat memperbanyak shalawat, berdoa, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Ziarah ini bukan sekadar kunjungan, melainkan bentuk penghormatan dan penguatan iman, sekaligus pengingat akan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam.

Selain penyampaian materi teori, kegiatan ini juga diisi dengan simulasi praktik manasik agar jamaah lebih memahami tahapan perjalanan haji secara nyata. Suasana kegiatan berlangsung khidmat, penuh semangat, dan disambut antusias oleh para peserta yang ingin memastikan kesiapan mereka dalam menjalankan rukun Islam kelima.

Tidak hanya menerima materi, para calon jamaah juga mengikuti sesi tanya jawab interaktif seputar pelaksanaan ibadah haji. 

Dalam sesi ini, jamaah menyampaikan berbagai pertanyaan terkait tata cara ihram, ketentuan miqat, pelaksanaan thawaf dan sa’i, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan saat wukuf di Arafah dan prosesi lempar jumrah.

Beberapa jamaah juga menanyakan persoalan teknis yang kerap ditemui di lapangan, seperti pengaturan waktu ibadah di tengah kepadatan jamaah, menjaga kesehatan selama perjalanan, serta adab dan etika selama berada di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Melalui dialog ini, para pembimbing memberikan penjelasan secara rinci dan menenangkan, sehingga jamaah merasa lebih mantap, percaya diri, serta memiliki gambaran yang jelas mengenai pelaksanaan ibadah haji yang sesuai tuntunan syariat.

Melalui kegiatan Bimbingan Manasik Haji Nasional ini, Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok berharap para calon jamaah Kecamatan Tapos dapat berangkat dengan pemahaman yang baik, lebih mandiri, serta mampu menjalankan ibadah haji dengan tertib sesuai tuntunan syariat.

Lebih dari itu, kegiatan manasik ini diharapkan menjadi bekal bagi jamaah untuk menunaikan ibadah haji dengan sempurna, sehingga mampu meraih predikat haji yang mabrur. Haji mabrur bukan hanya ditandai dengan sahnya rangkaian ibadah, tetapi juga tercermin dalam perubahan akhlak, meningkatnya ketakwaan, serta membawa kebaikan sepulang dari Tanah Suci.

(Pewarta : Arif)

Berita Terkait