Pelanggan Puas, Brilliyans Batik Tawarkan Motif Elegan dan Kualitas Premium

Senin, 11/05/2026 - 16:35
Pelanggan puas atas hasil karya Brilliyans Batik

Pelanggan puas atas hasil karya Brilliyans Batik

Klikwarta.com, Jakarta, 11 Mei 2026 - Aroma kain baru bercampur hangatnya percakapan memenuhi sudut Booth 18 di gelaran Persit Bisa Vol II 2026. Di tengah deretan tenant Wastra Nusantara yang memikat perhatian pengunjung, langkah orang-orang seolah berhenti sedikit lebih lama di booth milik Brilliyans Batik.

Bukan sekadar karena warna-warna anggun yang menggantung rapi di etalase, tetapi karena ada cerita yang hidup di setiap helai kainnya.

Di balik meja sederhana itu, Sri Astuti atau yang akrab disapa Mbak Beb tampak tak pernah berhenti tersenyum. Tangannya sesekali merapikan lipatan kain, lalu kembali menjelaskan filosofi motif kepada pengunjung yang datang silih berganti. 

Ia berbicara bukan seperti seorang penjual, melainkan seseorang yang sedang memperkenalkan bagian dari hidupnya sendiri. Tentang bagaimana selembar batik tulis lahir dari kesabaran. Tentang canting yang bergerak perlahan di atas kain putih. Tentang malam panas yang menetes sedikit demi sedikit membentuk pola penuh makna.

.

“Batik itu bukan hanya kain. Ada waktu, rasa, dan ketulusan di dalamnya,” ucapnya pelan di sela ramainya pengunjung.

Kalimat itu terasa nyata ketika melihat detail demi detail batik Brilliyans. Motif khas Malang dan Batu hadir dengan karakter yang kuat, elegan, namun tetap hangat dipandang. Tidak ada kesan tergesa-gesa. Semua tampak dikerjakan dengan penuh ketelitian.

Banyak pengunjung yang awalnya hanya melihat-lihat, akhirnya duduk lebih lama untuk mendengar cerita di balik motif yang mereka pegang. 

Ada yang terkejut mengetahui satu kain bisa dikerjakan berminggu-minggu. Ada pula yang baru memahami bahwa batik tulis sejatinya adalah karya seni yang hidup.

.

Di tengah keramaian itu, sesekali terdengar suara transaksi pembayaran, disusul senyum puas pelanggan yang membawa pulang kain pilihan mereka. Namun lebih dari sekadar angka penjualan, yang terasa di Booth 18 adalah kebanggaan.

Kebanggaan bahwa karya tangan ibu-ibu Persit mampu berdiri sejajar dengan berbagai wastra terbaik dari seluruh penjuru negeri.

Ny. Dian, salah satu pengunjung asal Jakarta, tak bisa menyembunyikan kekagumannya saat menemukan motif yang menurutnya berbeda dari batik pada umumnya.

“Saya suka karena motifnya tidak pasaran. Ada kesan eksklusif, tapi tetap punya identitas budaya yang kuat,” ujarnya sambil menggenggam kain pilihannya.

.

Hari kedua pameran pun berjalan begitu cepat. Pengunjung terus berdatangan, stok perlahan berkurang, sementara Mbak Beb tetap setia melayani satu demi satu tamu yang singgah. Meski lelah mulai terlihat di wajahnya, semangat itu tidak surut.

Apalagi ketika Booth 18 mendapat kunjungan singkat dari Bapak Kasad dan Ibu Ketua Umum. Bagi Mbak Beb, perhatian sederhana itu menjadi penghargaan besar atas perjalanan panjang menjaga batik tulis tetap hidup di tengah zaman yang serba instan.

Di luar hiruk-pikuk pameran, Brilliyans Batik sebenarnya sedang membawa pesan yang lebih dalam: bahwa tradisi akan selalu menemukan jalannya untuk bertahan, selama masih ada tangan-tangan sabar yang merawatnya.

Dan di Booth 18 itu, cerita tentang batik bukan hanya dipamerkan. Ia dirawat, diceritakan, lalu diwariskan dengan penuh cinta.

(Kontributor: Arif)

Berita Terkait