HOAKS Kabar Warga Desa Purwodadi Tertular Covid-19, Ini Klarifikasinya

Selasa, 05/05/2020 - 03:50
Erwanda (tengah) saat diklarifikasi Kades dan Babhinkamtibmas serta pihak kesehatan setempat

Erwanda (tengah) saat diklarifikasi Kades dan Babhinkamtibmas serta pihak kesehatan setempat

Klikwarta.com, Sumatera Selatan - Kabar adanya salah satu warga Desa Purwodadi, kecamatan Belitang Mulya, kabupaten Ogan Kemering Ulu (Oku) Timur, Erwanda (40), terjangkit Virus Corona atau Covid-19 adalah Hoaks.

Kabar yang sempat heboh dari mulut ke mulut serta melalui informasi yang tidak jelas adanya tersebut terkonfirmasi hoaks. Hal ini setelah ditelusuri dan dicek informasi tersebut, ternyata informasi yang beredar tersebut tidak benar.

Dihimpun Klikwarta.com, Senin (04/05/2020), belakang diketahui, kabar hoaks tersebut beredar, pasca Erwanda pergi melayat atas meninggalnya almarhum IJ (46) di Desa Sido Gede yang dimakamkan standar Covid-19 beberapa hari yang lalu. Padahal pada saat itu, Erwanda melayat dari kejauhan, tidak mendekati sampai ke pemakaman.

Ditambah lagi, pasca almarhum IJ dalam kondisi sakit dan dikarantina selama 14 hari, Erwanda tidak pernah membesuknya, karena pada saat itu Erwanda juga tidak tahu kalau IJ sedang sakit.

Soal keduanya masih ada ikatan keluarga dekat, hal itu memang benar, namun Erwanda tidak pernah kontak langsung dengan IJ, apa lagi bersentuhan.

Atas kabar yang beredar, Erwanda tentu sangat dirugikan, karena akibat oknum-oknum tak bertanggungjawab dengan menyebarkan kabar hoaks tentang dirinya tersebut, dirinya sangat terganggu.

Kepala Desa Purwodadi, Suseno saat dikonfirmasi sangat menyayangkan kabar hoaks yang beredar tersebut.

"Memang benar Erwanda warga Desa Purwodadi diisukan tertular Covid-19. Hal ini tentu harus diluruskan, almarhum IJ belum bisa dipastikan positif karena belum ada keterangan dari Dokter ahli virus tersebut, sehingga mana mungkin menularkan ke Erwanda. Disamping itu, belum ada hasil tes swab dari laboratorium BBLK Palembang yang menyatakan almarhum IJ positif corona, maka dari itu, informasi yang beredar dipastikan hoaks", jelasnya saat disambangi pewarta klikwarta.com di kediamannya sekira pukul 17.30 WIB.

Lanjutnya menjelaskan, Erwanda memang benar ada hubungan dekat dengan almarhum IJ (masih saudaranya), tapi Erwanda tidak pernah menjenguk IJ ketika masih sakit. Sementara pasca meninggalnya IJ, Erwanda pun hanya melayat dari kejauhan (melihat pemakaman dari kejauhan). Sebab, dilokasi posisi ramai dan dijaga ketat.

"Kami perangkat desa bersama Babhinkamtibmas dan pihak kesehatan sudah mendatangi rumah Erwanda untuk klarifikasi pada hari Senin pagi sekira pukul 09.00 WIB. Saat ini keadaan Erwanda sehat, tpi untuk sementara tidak diijinkan keluar rumah atau berkeliaran kemana-mana selama 14 hari (kita lakukan karantina) dan setiap jam kita pantau terus keadaannya, begitu juga sebaliknya Erwanda selalu kontak langsung dengan kita melalui via handphone", terang Kades.

Tambahnya, guna lebih memastikan, apakah Erwanda terkena atau tidak virus corona tersebut, sudah dilakukan tes kesehatan dan sementara ini masih menunggu hasil tes tersebut dari Dokter Puskemas setempat.

"Saudara-saudara ku semuanya kalaupun berita ataupun isu yang belum jelas kebenarannya, jangan terlalu disebar-sebarkan dulu, kasihan imbasnya nanti pada kita semua. Lebih baik kita bersama-sama menjaga, menggantisipasi, menanggulangi dan memerangi virus tersebut dengan cara mematuhi peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah seperti menjaga kesehatan, kebersihan baik lingkungan, tempat kerja ataupun tempat pribadi, mencuci tangan memakai sabun serta air bersih yang mengalir dan jangan lupa kalau keluar rumah (berpergian) memakai masker.InsyaAllah kalau kita saling bahu membantu kita bisa memerangi dan melawan virus tersebut", imbaunya.

"Kita semua hanya bisa meminta dan memohon kepada Yang Maha Kuasa Allah SWT, Semoga kita semua terhindar dan dijauhkan dari virus tersebut", pungkasnya menandaskan.

(Pewarta : Aliwardana)

Berita Terkait