Hasil Tracking Almarhumah DAS: 98 Orang Kontak Erat, 3 Orang Reaktif

Minggu, 17/05/2020 - 04:42
Kepala Dinas Kesehatan dr Anis Tapang saat konferensi pers

Kepala Dinas Kesehatan dr Anis Tapang saat konferensi pers

Klikwarta.com, SBB, Maluku - Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) telah melalukan tracking terhadap orang-orang yang kontak erat dengan almarhumah DAS, warga asal desa Waimital kecamatan Kairatu kabupaten SBB.

Diketahui, DAS meninggal dan dinyatakan Positif Covid-19 tiga hari setelah pemakaman dan pada saat pemakaman tidak dilakukan standar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan dr Anis Tapang kepada awak media saat konferensi pers, Sabtu (16/5/2020) mengatakan, hasil tracking yang dilakukan tim GTPP Covid-19 terhadap almarhumah DAS sebanyak 132 orang, 98 orang diketahui kontak erat, dan sebanyak 86 orang sudah rapid test.

"Dari 98 orang kontak erat dengan almarhumah DAS yang di rapid test diantaranya anggota keluarga termasuk suami almarhumah DAS, tenaga kesehatan yang merawat almarhumah sebelum di rujuk ke kota Ambon", ungkap Anis.

Selanjutnya, orang yang melayat diketahui kontak erat dengan almarhumah, yang melakukan pemakaman dan memangku serta memandikan jenazah almarhumah DAS.

"Selain itu pula, orang yang mengangkat jenazah ke tempat mandi, mengkafani dan yang melakukan sholat jenazah, serta yang mengangkat keranda jenazah almarhumah DAS", papar Anis.

Ditambahkan Anis, dari 98 orang yang kontak erat dengan almarhumah 86 orang diantaranya sudah lakukan rapid test dan 3 orang dinyatakan reaktif. "Sementara 12 orang belum rapid test, sebab belum kita ketemu dan tim GTPP Covid-19 akan kembali temui 12 orang yang belum rapid test itu", jelasnya.

"Sesuai protap kalau mereka non reaktif, maka 10 hari kemudian untuk dirapid test lagi, dan jika reaktif maka langsung dilakukan pemeriksaan swabnya", sambungnya menjelaskan.

Dikatakannya, tiga orang reaktif tersebut bukan keluarga dekat almarhumah DAS, tapi satu dari tiga orang reaktif adalah perawat dan dua warga lainnya teman sejawat suami almarhumah DAS.

"Semua ada 8 orang yang diambil swabnya dan sudah dikirimkan ke Ambon, temasuk tiga orang yang reaktif tersebut dan mudah-mudahan hari Selasa atau hari Rabu pekan depan hasilnya sudah keluar. Untuk sementara keluarga almarhumah DAS sedang jalani isolasi mandiri dirumah saja, sedangkan empat orang termasuk suaminya jalani diisolasi mandiri dirumah susun milik Pemda SBB", jelasnya lagi. 

"Jadi keluarga almarhumah DAS tetap dirumah dan selalu dipantau oleh tim dan sudah lima hari mereka jalankan isolasi mandiri dan begitu pula empat warga di rumah rusun akan tetap dipantau pula oleh tim GTPP Covid-19," tutup Anis.

(Pewarta : Fitrah)

Berita Terkait