Ratusan Warga Desa Margo Urip Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri Menggelar Aksi damai Tolak Kegiatan Tambang Pasir Liar
Klikwarta.com, Kediri - Resah dengan penambangan ilegal di desanya, ratusan warga Desa Margo Urip Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri menggelar aksi damai tolak kegiatan tambang pasir liar di desa mereka, Selasa ( 20/10/2020).
Ratusan warga ini mendatangi sejumlah lokasi penambangan, tanpa melakukan orasi. Mereka membentangkan berbagai macam poster tuntutan, yang isinya menolak adanya kegiatan tambang pasir di desanya.
Perwakilan warga, Ferry Agung Nugroho mengatakan, dengan adanya penambangan pasir di desanya, warga mulai kesulitan untuk mendapatkan air. Padahal air ini sangat diperlukan.
"Dampak yang paling dirasakan adalah, debit air yang sangat berkurang. Petani kesulitan untuk mengairi sawah. Air sumur warga juga berkurang," ucap Ferry.
Di desa Margo Urip sendiri ada 4 titik lokasi penambangan diantaranya, 2 di dusun Poh Gunung dan 2 di Kali Gedok.
Saat aksi digelar, aktifitas pertambangan tidak dilakukan. Beberapa truk pengangkut pasir terlihat parkir di pinggir sungai. Sementara alat berat juga tidak ada operatornya.
Sementara itu, kepala desa Margo Urip, Suroso membenarkan jika penambangan pasir di desanya ilegal. Namun ia tidak mengetahui adanya aktifitas pertambangan di desanya. Apalagi sampai memicu adanya aksi warga.
"Saya tahunya cuma tambang manual saja, tidak yang pakai mesin. Tapi ya tidak tahu kalau memakai mesin dan alat berat," ucapnya.
Suroso menambahkan, pemerintah desa menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat desa. Pihaknya tidak tahu menahu dengan pertambangan tersebut.
"Ini urusan perut, jadi pihak desa menyerahkan kepada warga," ucapnya.
Aksi warga diakhiri dengan menempelkan poster seruan di pagar kantor desa Margo Urip. Warga akan melakukan aksi lebih besar hingga pertambangan benar-benar dihentikan.
(Pewarta : Aji)








