Kasus Covid-19 Klaten Masih Tinggi, Per Hari 10 Orang Pasien Meninggal

Senin, 05/07/2021 - 20:05
RSUD Bagas Waras Klaten

RSUD Bagas Waras Klaten

Klikwarta.com, Klaten - Angka kasus kematian pasien positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masih cukup tinggi dengan peningkatan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir. Kasus kematian terjadi mayoritas pada pasien yang memiliki komorbid (penyakit penyerta/ bawaan).

Dalam sepekan terakhir, kasus kematian pasien Covid-19 yang diumumkan Satgas Penanganan Covid-19 Klaten lebih dari 10 pasien setiap harinya. Jumlah total kasus Covid-19 di Klaten per Sabtu (03/07/2021) mencapai 16.710 orang dengan 10.524 orang dinyatakan sembuh, 891 orang meninggal dunia, dan 5.295 orang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri (isoma).

Menurut Direktur Utama RSUP dr Soeradji Tirtonegoro (RSST), Endang Widyaswati, mengatakan rata-rata kasus kematian terjadi pada pasien Covid-19 yang memiliki komorbid. 

“Rata-rata karena ada penyakit penyerta seperti hipertensi, kencing manis, dan beberapa jenis penyakit lainnya. Sebagian besar kematiannya ada penyakit penyerta,” jelas Endang.

Direktur RSTT itu mengakui ada pasien Covid-19 meninggal dunia lantaran terlambat dibawa ke rumah sakit ketika kondisi parah. 

“Saya mempelajari yang meninggal itu rata-rata tidak terlalu lama dirawatnya. Saya berharap saat isolasi mandiri di rumah atau terpusat tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan sehingga ada saatnya ketika kondisi jatuh ke sedang, berat, dan kritis sesegera mungkin bisa segera dibawa ke pelayanan (RS)," katanya.

Terkait jenazah pasien kasus Covid-19 yang meninggal dunia di RSST, Endang mengatakan proses pemakaman selama ini bekerja sama dengan para sukarelawan. Dia pun mengakui belakangan setiap harinya peti jenazah antre untuk dijemput tim sukarelawan guna proses pemakaman.

Sementara itu Bupati Klaten, Sri Mulyani, menyatakan hasil koordinasi dengan sejumlah direktur rumah sakit, rata-rata kasus kematian dialami pada pasien yang memiliki penyakit penyerta. 

“Karena terlambat dibawa ke rumah sakit. Kalau dari segi peralatan dan tempat tidur saat pasien sedang kritis itu tidak menjadi masalah. Permasalahnya adalah pasien-pasien yang meninggal dunia itu punya penyakit penyerta (kormobid),” kata Sri Mulyani.

Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, menjelaskan setidaknya ada empat faktor peyebab hingga kasus suspek dan kematian meningkat.

“Efek libur Lebaran, adanya euforia dari mereka yang sudah menerima vaksinasi. Setelah menerima vaksinasi itu merasa sudah aman sehingga meninggalkan protokol kesehatan, lalu kejenuhan masyarakat. Dan terakhir bisa saja karena ada varian baru. Sampai saat ini kami belum tahu apakah ada varian baru terdeteksi di Klaten. Hasil uji Genome Sequencing dari pasien Covid-19 belum keluar meskipun sudah lebih dari dua pekan,” katanya. 

(Pewarta : Danang)

Berita Terkait