Kepala Disnaker Kabupaten Blitar Mujianto Ketika Berikan Sambutan Pengarahan di Hadapan Calon dan Mantan PMI
Klikwarta.com, Blitar - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar memastikan akan terus mengembangkan upaya penciptaan wirausaha baru yang profesional demi meningkatkan ekonomi masyarakat.
Ini ditegaskan Kepala Disnaker Kabupaten Blitar Mujianto ketika membuka Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal paket ke- 5 di salah satu hotel di Kabupaten Blitar, Senin (1/11/2021).
Sosialisasi yang diikuti 20 orang calon dan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Blitar ini di dalamnya turut diisi dengan kegiatan pelatihan pembuatan olahan makanan yang bisa dijadikan produk kewirausahaan.
"Artinya bagaimana mereka akan dicetak untuk menjadi wirausahawan baru yang mandiri di bidangnya secara profesional. Tentunya kami terus memaksimalkan upaya untuk tujuan ini," jelas Mujianto.
Dalam hal produksi Mujianto melihat masih perlu banyak pengembangan terkait pengemasan atau packaging. Makanya setelah ada pelatihan, sambungnya, nanti peserta juga diberikan pengembangan kompetensi berwirausaha salah satunya adalah bagaimana menciptakan pengemasan yang berdaya saing.
"Pemerintah daerah berupaya bagaimana calon dan mantan PMI ini agar mempunyai skill. Kalau untuk calon PMI juga bagaimana mereka nanti bisa dihargai secara proporsional," tukasnya.
Mujianto menandaskan, bagi calon PMI sebelum berangkat ke negara tujuan bekerja agar mempersiapkan diri dengan matang. Ini agar ketika di tempat kerja di luar negeri nanti para majikannya tidak sewenang-wenang kepadanya, maka profesionalitas harus terbangun terlebih dahulu.
Untuk purna PMI, Mujianto berpesan agar segera menghilangkan sifat-sifat konsumerisme ketika berwirausaha. Eksplorasi kapasitas dalam berwirausaha wajib dilakukan, sehingga akan terbangun jiwa usaha yang inovatif, responsif dan memiliki daya saing yang tinggi. Pantauannya, peserta sosialisasi paket 1 hingga 4 ternyata hasil produknya sudah banyak yang merambah ke pasar ekspor.
"Untuk calon, jaga nama baik bangsa dan negara Indonesia di negara anda bekerja. Tunjukkan profesionalisme anda disana, pendek kata mereka akan kita cetak profesional,” terangnya. Kami berpesan untuk yang purna PMI yang sudah memiliki pendapatan yang cukup agar menghilangkan sifat konsumerisme," tutupnya.
(Pewarta : Faisal NR)








