Ilustrasi orang yang sedang mengalami stres. (Sumber: pexels.com
Oleh : Antar Dua Afghani (Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta)
Gastritis adalah nama medis dari penyakit mag, penyakit mag kini dapat menyerang siapa pun pada usia berapa pun. Namun rata-rata orang yang memiliki penyakit gastritis adalah orang-orang yang menginjak masa remaja, dewasa, dan lansia. Penyakit gastritis memang bisa disembuhkan, namun banyak orang yang meninggal karena penyakit ini. Salah satu penyebab atau pemicu hadirnya mag atau gastritis ini adalah stres.
Stres adalah manusiawi yang bisa dirasakan oleh setiap orang yang hidup di dunia. Namun, jika kondisi stres tersebut berkepanjangan akan berakibat fatal. Salah satunya adalah memengaruhi pola hidup karena psikis seseorang yang menderita stres menjadi terganggu.
Ketika seseorang stres karena banyaknya masalah hidup yang ia terima, tanpa sadar kadar asam lambung akan naik lebih cepat hingga membuat iritasi. Irisi tersebut terjadi pada mukosa lambung.
Iritasi pada mukosa lambung sebenarnya tidak akan lambung menyebabkan gastritis. Namun, kita seseorang stres berkepanjangan, iritasi tersebut akan membuat hadirnya gastritis yang membuat beberapa gejala sakit perut.
Sayang sekali, masyarakat hingga saat ini masih kekurangan edukasi mengenai tingkat stres yang berlebihan dapat membuat gastritis yang bisa dikatakan parah jika stres tersebut tidak berhenti.
Hal ini sungguh miris, dan sangat mengkhawatirkan. Makanya, banyak orang di luar sana yang tidak bisa mengendalikan stresnya masuk ke rumah sakit karena terkena penyakit mag atau gastritis.
Banyak sekali gejala-gajala orang yang mengalami gastritis yang harus diketahui. Adapun gejala-gajala tersebut yaitu perut terasa kembung, mual hingga muntah, anemia, mual kita makan, sakit pada ulu hati, kesulitan bernafas, dll.
Gejala-gejala tersebut tidak bisa dibiarkan. Bila gejala-gejala sudah semakin parah sebaiknya pasien segera dibawa ke klinik atau Rumah Sakit terdekat. Gejala tersebut bisa menyebabkan kematian dan berakhir fatal.
Untuk itu haruslah melakukan pencegahan supaya penyakit tersebut tidak menyerang masyarakat. Hal tersebut demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Indonesia. Pemerintah seharusnya memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai tingkat stres yang dapat menyebabkan gastritis.
Belum lagi, penyakit ini dipicu bukan karena stres saja, namun karena mengonsumsi makanan tidak higienis, dan pola makan yang tidak teratur. Untuk itu mencegah gastritis sedini mungkin sangat penting untuk melindungi lambung kita semua. (*)








