Partisipasi Semesta Kunci Utama Sukseskan PAUD Bermutu dan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

Jumat, 14/11/2025 - 18:53
Partisipasi Semesta Kunci Utama Sukseskan PAUD Bermutu dan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

Partisipasi Semesta Kunci Utama Sukseskan PAUD Bermutu dan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

Klikwarta.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa keberhasilan agenda nasional Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dan PAUD Bermutu untuk Semua hanya dapat terwujud melalui Partisipasi Semesta, yakni pelibatan menyeluruh dari pemerintah, akademisi, orang tua, dunia usaha, hingga komunitas lokal. Pesan ini mengemuka dalam Gelar Wicara Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (12/11).

Kegiatan bertema “Setahun Awal, Bekal Sepanjang Hayat” ini menghadirkan 399 Bunda PAUD dari seluruh Indonesia serta lima narasumber lintas sektor yang membahas strategi penguatan ekosistem PAUD nasional.

Direktur PAUD Kemendikdasmen, Nia Nurhasanah, menegaskan bahwa visi Pendidikan Bermutu untuk Semua adalah fondasi menuju Indonesia Emas 2045, di mana PAUD merupakan fase pembangunan bangsa yang paling krusial.

“Pendidikan bermutu harus inklusif, adaptif, dan partisipatif. PAUD adalah titik awal seluruh perjalanan belajar anak dan fondasi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, PAUD Bermutu didefinisikan sebagai layanan Holistik Integratif (PAUD HI) yang menggabungkan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan agar setiap anak memperoleh layanan yang ramah, relevan, dan bermakna.

Dalam paparannya, Nia juga memaparkan tiga strategi utama implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah yakni (1) perluasan akses melalui pembangunan Unit Sekolah Baru, Ruang Kelas Baru, PAUD–SD Satu Atap, dan penegerian PAUD; (2) peningkatan mutu melalui akreditasi, penguatan kualitas pembelajaran, dan pemenuhan PAUD HI; serta (3) peningkatan tata kelola melalui regulasi, kelembagaan, dan dukungan anggaran.

“Kunci keberhasilan seluruh program prioritas Kemendikdasmen adalah Partisipasi Semesta. Bunda PAUD harus menjadi motor penggeraknya,” tutur Nia.

Di sisi lain, Guru Besar UIN, Maila Dinia Husni Rahiem, menekankan urgensi investasi pada pendidikan anak usia dini dari sudut pandang sains dan ekonomi. Lebih dari 80% perkembangan kompetensi anak terjadi sebelum usia enam tahun, sementara investasi PAUD terbukti memberikan tingkat pengembalian finansial tertinggi, yaitu 7–10% per tahun sebagaimana dikemukakan ekonom peraih Nobel James Heckman.

“PAUD adalah jendela kesempatan yang akan tertutup. Kita sedang berinvestasi langsung pada infrastruktur otak anak-anak calon pemimpin Indonesia Emas 2045,” tegas Maila.

Sementara itu, Pekerja kreatif sekaligus orang tua, Nycta Gina, menegaskan pentingnya peran pengasuhan responsif di rumah sebagai fondasi perkembangan anak. Ia mengingatkan bahwa peran orang tua tidak berhenti ketika anak diantar ke PAUD.

“Pengasuhan penuh empati dan stimulasi sederhana di rumah adalah fondasi sejati. Orang tua adalah guru pertama yang harus bersinergi dengan PAUD dan Posyandu,” pesannya.

Kegiatan Gelar Wicara Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 kembali menegaskan bahwa PAUD adalah hulu pembangunan nasional. Dengan menggerakkan Partisipasi Semesta di tingkat pusat hingga desa, cita-cita Pendidikan Bermutu untuk Semua dan keberhasilan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah semakin dekat, menjadi fondasi emas bagi generasi yang akan memimpin Indonesia Emas 2045.

Kontributor : Arif 

Berita Terkait