Pedagang Kecil Bertahan Ditengah Pandemi
Klikwarta.com, Aceh Singkil - Sore itu, disebuah kios dikawasan pesisir Kabupaten Aceh Singkil dalam Provinsi Aceh, terlihat antrian beberapa orang membeli berbagai barang kebutuhan sehari-hari.
Kendati masa pandemi Covid-19 belum berakhir, namun roda kehidupan harus terus berjalan termasuk dalam memenuhi kebutuhan pokok untuk keberlangsungan hidup, ucap Agus salah seorang pedagang kecil di Singkil, Kabupaten Aceh Singkil.
Seiring adaptasi tatanan kehidupan di tengah pandemi covid-19 ini dengan mentaati protokol kesehatan seperti, kesadaran memakai masker atau disiplin 3M dalam upaya pencegahan virus corona.
Biasanya sebelum terbitnya matahari, Agus salah seorang pedagang dikawasan ibukota Kabupaten Aceh Singkil, mulai sibuk membuka kios nya dan menyusun barang dagangannya mengais rejeki untuk menyambut pembeli.
Diakuinya akibat kondisi pandemi ini berdampak dengan usaha yang digelutinya. Tapi apa hendak dikata, demi kelangsungan hidup harus tetap bertahan, ucap Agus, Kamis (27/5/2021).
Agus salah satu diantara pedagang diSingkil, yang masih bertahan di tengah pandemi ini. "Bila dibandingkan sebelum pandemi covid-19, daya beli masyarakat memang menurun",ungkapnya.
Namun, bukan berarti dirinya mengabaikan hal penting lainnya yakni kesehatan dimasa pandemi ini, dirinya sangat menjaga, melindungi diri agar tidak tertular Covid-19.
"Ia selalu mengenakan masker, saat melakukan aktivitasnya berdagang melayani pembeli. Selain itu, dia juga menyiapkan hand sanitizer atau tempat cuci tangan", ujarnya.
Dengan itu, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 ini, kita semua dapat mentaati protokol kesehatan sesuai dengan arahan pemerintah. Kesadaran diri itu penting untuk menjaga kesehatan dari serangan Covid-19 ditengah pandemi.
Apalagi pemerintah terus melakukan berbagai upaya dan mensosialisasikan pentingnya melaksanakan protokol kesehatan atau prokes ditengah pandemi ini.
Diharapkan, dengan disiplin prokes ini dapat memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 di Kabupaten Aceh Singkil dan segera berakhir dan hilang dari muka bumi ini, imbuh bapak satu anak itu.
(Pewarta : Erlangga)








