Pelayanan Kardiologi Baik, RSUD dr. Iskak Tulungagung Ditunjuk KJPDI Jadi Tempat Pendidikan Dokter Subspesialis Kardiologi

Senin, 25/03/2024 - 21:25
RSUD dr. Iskak Kabupaten Tulungagung Ditunjuk KJPDI Gelar Pendidikan Subspesialis Kardiologi Intervensi
RSUD dr. Iskak Kabupaten Tulungagung Ditunjuk KJPDI Gelar Pendidikan Subspesialis Kardiologi Intervensi

Klikwarta.com, Jawa Timur - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak Kabupaten Tulungagung ditunjuk Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia (KJPDI) menjadi rumah sakit pemerintah pertama untuk menyelenggarakan pendidikan dokter subspesialis kardiologi intervensi, menyusul pelayanan fasilitas kardiologi baik.

Penunjukan ini diberikan seusai KJPDI mengunjungi RSUD dr. Iskak, pada Minggu (10/3/2024), untuk meninjau sejumlah pelayanan kesehatan khususnya bidang kardiologi. Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Kasil Rohmat mengaku segera menyiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk pendidikan tersebut.

"Persiapannya ya mungkin menyesuaikan kurikulum yang akan diterapkan, karena akan mendidik orang. Kalau untuk infrastruktur dan lainnya ya berjalan seperti biasa," kata Kasil, Senin (25/3/2024).

Ketua KJPDI dr. Renan Sukmawan saat berkunjung ke RSUD dr Iskak mengatakan, penunjukan tersebut dilakukan setelah timnya melakukan kajian dan penilaian terhadap fasilitas, sumber daya manusia hingga jumlah penaganan kasus kardiologi intervensi.

"Untuk bisa melakukan misalnya pasang ring itu perlu pelatihan khusus di tempat yang sarana prasarananya memadai dan tidak banyak tempat itu di Indonesia. Jadi kami kemari untuk menilai kesiapan dari RSUd dokter Iskak Tulungagung," ungkap dr. Renan.

Ia menjelaskan, untuk bisa menjadi tempat fellowship pendidikan kardiologi intervensi, minimal harus telah melakukan penanganan 300 kasus secara mandiri. Sedangkan rumah sakit Tulungagung telah jauh melampaui batas minimal itu.

Penambahan tempat pendidikan penting dilakukan untuk mempercepat perluasan layanan jantung di Indonesia. Sebab saat ini pemerintah tengah berupa menambah layanan dengan memberikan peralatan ke sejumlah rumah sakit, namun kendalanya belum ada dokter setempat yang mampu menjalankan.

"Pemerintah kita itu untuk memperluas layanan jantung seluruh Indonesia menyediakan sarana prasarana Kementerian Kesehatan alat-alat namanya cathlab untuk tempat pasang ring itu. Alatnya sudah sudah ada tapi perlu sumber daya manusia,” ulasnya.

Pantauannya selama ini pendidikan subspesialis kardiologi intervensi hanya dilakukan di 13 rumah sakit. Tempat tersebut rata-rata adalah rumah sakit milik pemerintah pusat serta milik universitas.

“Jadi ini RSUD pertama di bawah pemerintah kabupaten yang mempunyai kemampuan atau kapasitas untuk melakukan pendidikan kardiologi intervensi,” tutur Renan. 

Lantas, jika seluruh persiapan telah tuntas, nantinya rumah sakit akan segera menerima mahasiswa pendidikan fellowship untuk dididik di Kabupaten Tulungagung.

(Pewarta : Faisal NR)

Related News