Pendidikan di Jawa Timur Harus Diperkuat untuk Hadapi IKN

Kamis, 12/02/2026 - 20:19
Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono

Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono

Klikwarta.com, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono mendesak pemerintah provinsi harus membuat terobosan dalam pemenuhan hak pendidikan masyarakat untuk menjawab keluhan masyarakat terkait zonasi.

"Persoalan zonasi ini persoalan klasik yang sering diadukan warga sampai saat ini. Sebaran sekolah Negeri khususnya SMA/SMK belum merata disetiap Kecamatan di Jatim umumnya, khususnya di Surabaya," ujar Blegur usai menggelar reses DPRD Jatim di wilayah Baratajaya Kecamatan Gubeng, Kamis (12/02/26) malam.

Blegur mengatakan bahwa perlu ada tindakan kongkrit dari pemerintah provinsi untuk mengatasi persoalan ini.

"Keterbatasan lahan jangan menjadi alasan yang selalu dilontarkan bila ini di tanyakan. Ada beberapa opsi kalau pemerintah propinsi mau melakukan terobosan tersebut, salah satunya membuka opsi kolaborasi dengan sekolah swasta apabila pembangunan sekolah negeri baru belum memungkinkan," paparnya.

Blegur menekankan bahwa semangatnya adalah mencerdaskan anak bangsa.

"Mereka (masyarakat) ingin sekolah murah. Maka salah satu solusi, kolaborasi dengan swasta. Dengan begitu masyarakat miskin khususnya bisa sekolah dengan kualitas sama dengan negeri dan biaya kecil tidak besar karena ditopang dana Penprov Jatim," tegasnya.

Sekertaris DPD Partai Golkar Jatim ini juga mengingatkan bahwa pemerataan dan optimalisasi pendidikan akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi mendatang.

"Apalagi Jawa Timur mempersiapkan dengan adanya IKN. IKN dipredikasi tahun depan atau dua tahun lagi beroperasi. Maka kesiapan SDM di Jatim juga harus ada. Agar nanti kita tidak menjadi penonton disaat IKN sudah beroperasi," jelasnya.

Blegur mengatakan bahwa posisi strategis Jawa Timur sangat memungkinkan untuk menarik investasi guna mendukung operasional IKN.

"Kalau orang sudah investasi di Jawa Timur untuk mensupport IKN, otomatis ini akan membuka lapangan pekerjaan. Maka kita harus siapkan SDM yang mumpuni," katanya.

Untuk itu, Blegur kembali mengingatkan bahwa fondasi pendidikan harus diperkuat agar masyarakat Jawa Timur mampu bersaing. "Kalau basicnya tidak kuat, yaitu pendidikan, masyarakat kita (Jawa Timur) akan kalah bersaing dengan masyarakat lain," tegasnya. (ADV) 

Berita Terkait