Penyuap Gubernur Bengkulu Divonis 3,7 Tahun Penjara

Jhoni Wijaya saat menjalani sidang vonis di PN Tipikor Bengkulu, Rabu (08/11/2017).
Jhoni Wijaya saat menjalani sidang vonis di PN Tipikor Bengkulu, Rabu (08/11/2017).

Klikwarta.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu memvonis terdakwa penyuap Gubernur Bengkulu non aktif yakni Direktur PT Statika Mitra Sarana (SMS), Jhoni Wijaya dengan kurungan penjara selama 3 tahun 7 bulan. 

Dalam sidang yang digelar Rabu (08/11/2017), majelis hakim yang diketuai Admiral SH, MH memberikan vonis 3 tahun 7 bulan penjara dengan denda sebesar Rp 200 juta subsider 4 tahun kurungan penjara. 

Selanjutnya hakim memberikan waktu kepada terdakwa dan JPU selama 7 hari kedepan apabila ingin melakukan banding. 

Usai sidang, Jhoni Wijaya langsung meninggalkan ruangan sidang, saat awak media ingin mewawancarainya dirinya hanya diam dan langsung meninggalkan ruangan.

Diketahui, Joni Wijaya merupakan salah seorang kontraktor di Provinsi Bengkulu yang ikut diringkus KPK diduga menyuap uang sebesar Rp 1 miliar kepada Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti. Uang tersebut disampaikan Joni Wijaya melalui seorang kontraktor lain, Rico Dian Sari yang merupakan orang dekat isteri Ridwan Mukti, Lilly Madari.

Dalam beberapa keterangan saksi termasuk Ridwan Mukti, membenarkan bahwa dirinya pernah meminta istrinya Lili Madari untuk mencari kontraktor yang mampu dan mau mengerjakan sejumlah proyek di Pemprov Bengkulu.

Ridwan Mukti, Lilly Maddari, Joni Wijaya, dan Rico Dian Sari diciduk KPK beberapa bulan lalu. (Ferdi/BT)

Dibaca: 45 kali

Related News