Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana 2024, Kapolres Ngada: Antisipasi Bencana Pada Masa Pemilu 2024

Kamis, 04/01/2024 - 14:13
Kapolres Ngada AKBP Padmo Arianto, S.I.K, Selaku Inspektur Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana Turangga 2024, Diwilayah Kabupaten Ngada, Bertempat dilapangan Apel Mapolres Ngada, Bajawa Kabupaten Ngada-NTT, Kamis 04 Januari 2024, Pukul 09.30 WITA
Kapolres Ngada AKBP Padmo Arianto, S.I.K, Selaku Inspektur Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana Turangga 2024, Diwilayah Kabupaten Ngada, Bertempat dilapangan Apel Mapolres Ngada, Bajawa Kabupaten Ngada-NTT, Kamis 04 Januari 2024, Pukul 09.30 WITA

Klikwarta.com, Ngada - Kepolisian Resor Ngada bersama Kodim 1625/Ngada dan Instansi terkait diwilayah Kabupaten Ngada, laksanakan apel gelar pasukan, bertempat dilapangan apel Mapolres Ngada, Bajawa Kabupaten Ngada-NTT, Kamis 04 Januari 2024, pukul 09.30 WITA.

Apel gelar pasukan dilaksanakan dalam rangka kesiap siagaan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam di wilayah Kabupaten Ngada yang sebagian besar wilayahnya diguyur hujan yang intensitasnya cukup tinggi.

Hadir dalam apel gelar pasukan tersebut Dandim 1625/Ngada Letkol Czi Deny Wahyu Setiawan, S.H, Kasat Pol.PP, Kepala BPBD Ngada.

Kapolres Ngada AKBP Padmo Arianto, S.I.K, selaku inspektur apel gelar pasukan, pada amanatnya mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan bukan sekedar seremonial belaka, tapi jadikan sebagai manifestasi kesiapan pemerintah, TNI-Polri, Instansi terkait maupun semua komponen masyarakat Ngada.

"Apel siaga bencana ini sebagai wujud kesiap siagaan kita dalam antisipasi apabila terjadinya bencana alam, terlebih khususnya pada masa pemilu 2024".ungkap AKBP Padmo.

"Bencana memang tidak dapat kita tolak, akan tetapi bagaimana kita dapat meminimalisir terjadinya bencana dan dampak dari bencana itu sendiri".

Kapolres Ngada juga menerangkan, bahwa wilayah Kabupaten Ngada salah satu daerah yang berpotensi bencana alam seperti, gempa bumi, letusan gunung berapi, gas beracun, tanah longsor, banjir, dan non bencana alam seperti kebakaran hutan dan rumpun bambu.

Lanjut AKBP Padmo, adapun kelompok yang memiliki resiko tinggi terdampak perestiwa bencana alam yaitu kaum perempuan, jompo dan anak-anak.

"Kelompok ini harus mendapat prioritas untuk dilindungi, minimal mereka memahami dan mampu mengetahui prinsip penyelamatan diri ketika terjadi bencana".tegas AKBP PADMO.

"Untuk itu marilah kita bersatu padu, dan bekerja sama untuk mensosialisasikan, memberikan edukasi dan pelatihan mitigasi bencana oleh semua tingkat stakeholder".

"Pendekatan psikologis dan traumatis pasca bencana disiapkan, kegiatan dapur umum dan sebagainya perlu dilakukan persiapan dan kesiapan Siahaan, semua itu menjadi tanggung jawab kita bersama".

Sebelum mengakhiri amanatnya, Kapolres Ngada mengajak seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Ngada untuk bergandengan tangan, bahu membahu membangun sinergi melalui komunikasi, koordinasi serta kolaborasi, terhadap ancaman terlebih pada perestiwa bencana alam.

"Marilah kita berdoa, semoga di Kabupaten Ngada tidak terjadi bencana alam apapun, agar kita semua dapat hidup dengan aman dan tentram". tutupnya.

Kontributor : Arif
 

Related News