Puboksa Hutahaean: Adat Tulude Merupakan Simbol Kuat Persatuan dan Rasa Syukur Masyarakat di Tengah Keberagaman

Jumat, 30/01/2026 - 23:29
Puboksa Hutahaean (Pakaian Adat Putih)

Puboksa Hutahaean (Pakaian Adat Putih)

Bitung, Klikwarta.com - Ketua umum persatuan organisasi lintas adat, agama dan budaya (POLA) Bitung, Puboksa Hutahaean menghadiri upacara pesta adat Tulude yang dirangkaian dengan penganugerahan gelar adat "Baraha Ikamanggi Torehe Tulung Banua" yang digelar di lapangan Kantor Walikota Bitung. Jumat, (30/1/26).

Saat ditemui oleh sejumlah awak media usai kegiatan, Puboksa Hutahean mengatakan upacara Adat Tulude Kota Bitung 2026 merupakan simbol kuat persatuan dan rasa syukur masyarakat di tengah keberagaman adat, agama, dan budaya yang ada di Kota Bitung.

‎"Upacara Adat Tulude bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud rasa syukur sekaligus pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bitung,"ujarnya.

‎Menurutnya, nilai-nilai adat dan budaya memiliki peran strategis dalam merawat keharmonisan sosial serta memperkuat ikatan antarkelompok masyarakat.

‎"Adat dan budaya adalah perekat sosial. Jika kita rawat bersama, maka persatuan akan semakin kuat dan kehidupan masyarakat akan tetap harmonis,"pungkasnya.

‎Puboksa juga menilai bahwa penganugerahan gelar adat memiliki makna filosofis yang mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kearifan lokal dan kontribusi nyata dalam menjaga ketertiban serta kedamaian daerah.

‎"Gelar adat ini merupakan simbol penghargaan atas komitmen menjaga kehidupan bermasyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai,"Kata Puboksa.

‎Selain itu, Puboksa juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bitung, khususnya Wali Kota Bitung, Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota, Randito Maringka yang dinilainya konsisten menjaga silaturahmi dan membangun komunikasi tanpa sekat perbedaan.

‎"Kami mengapresiasi kepemimpinan Pemerintah Kota Bitung yang terus menjaga silaturahmi lintas elemen masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang. Ini menjadi modal penting untuk menciptakan Kota Bitung yang aman dan kondusif,"tuturnya.

‎Puboksa juga berharap, melalui pelestarian adat dan budaya seperti Upacara Adat Tulude, Kota Bitung ke depan semakin kuat dalam menjaga persatuan serta stabilitas sosial.

‎"Semoga ke depan Kota Bitung semakin solid, damai, dan kondusif sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai adat, budaya, dan toleransi,"harapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, ormas adat, para camat dan lurah se-kota Bitung dan masyarakat Kota Bitung. (*)

Berita Terkait