Rilis Akhir Tahun 2022, Polres Tulungagung Selesaikan 686 Kasus

Sabtu, 31/12/2022 - 18:20
Polres Tulungagung saat Gelar Konferensi Pers Rilis Akhir Tahun 2022

Polres Tulungagung saat Gelar Konferensi Pers Rilis Akhir Tahun 2022

Klikwarta.com, Tulungagung - AKBP Eko Hartanto menjelaskan beberapa aspek sebagai bentuk transparansi, responsibilitas serta pertanggungjawaban institusi Kepolisian RI khususnya Polres Tulungagung saat memimpin rilis (konferensi pers) akhir tahun 2022, di halaman Mapolres Tulungagung.

"Berbagai macam kegiatan, baik itu pembinaan personel dalam mendorong dan mendukung kebijakan pemerintah serta kegiatan rutin sesuai tupoksi yaitu pemelihara keamanan dan ketertiban, penegakan hukum, pengayom dan pelindung masyarakat akan kami paparkan pada kesempatan ini.

Termasuk operasional, pembinaan, mitigasi bencana serta terobosan kreatif seluruh personel Polres Tulungagung, Polsek hingga Bhabinkantibmas sebagai pionir terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar AKBP Eko.

Lanjut dia, berdasarkan data, jumlah kasus kriminalitas, baik pidana umum maupun pidana khusus dari bulan Januari hingga Desember 2022 ada sebanyak 681 kasus, dengan penyelesaian kasus sebanyak 686 atau sebesar 107 persen (termasuk kasus di 2021 yang diselesaikan tahun 2022).

“Dibandingkan dengan tahun 2021 lalu, angka kriminalitas sebanyak 543 kasus dan tahun 2022 ada 681 kasus, itu artinya mengalami kenaikan sebanyak 138 kasus atau 25 persen,” kata AKBP Eko.

"Adanya kelonggaran-kelonggaran aktivitas pasca pandemi menyebabkan meningkatnya angka kriminalitas," jelasnya.

Kapolres mengungkapkan bahwa kasus pencurian biasa menduduki tingkat pertama kemudian disusul kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penipuan. Adapun jumlah tersangka selama tahun 2022 sebanyak 203 orang dimana yang 195 orang laki-laki dan 8 orang perempuan.

“Kasus yang menonjol dan berhasil diungkap tahun 2022 adalah kasus KDRT korban meninggal dunia TKP di Desa Tenggong Kecamatan Rejotangan, kasus persetubuhan dengan korban meninggal dunia di TKP Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan, kasus KDRT korban meninggal dunia TKP Desa Besole Kecamatan Besuki, dan kasus pengeroyokan korban anggota TNI dengan tersangka oknum perguruan silat TKP Desa Pakel Kecamatan Ngantru, serta kasus penemuan mayat bayi TKP kantor Disdikpora Tulungagung,” ungkapnya.

Ditambahkan Kapolres, dari data kasus kriminalitas yang melibatkan perguruan pencak silat sebanyak 39 kasus dan tahun 2021 sebanyak 26 kasus. Jadi di tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 13 kasus.

Terkait hambatan penanganan perkara, AKBP Eko mengatakan, perlu upaya optimalisasi kasus-kasus tersebut. Minimnya saksi yang melihat langsung kejadian tindak pidana sehingga sulit diungkap. Kemudian kurangnya sarana CCTV di seputaran TKP juga menjadi penghambat.

"Semoga nantinya pemerintah daerah bisa memasang CCTV di simpang-simpang jalan tertentu atau direkomendasikan dipasang CCTV," kata dia lagi.

Kemudian dari data pengungkapan kasus Narkoba tahun 2022, ada 183 kasus dengan penyelesaian sebanyak 183 atau 100 persen.

Untuk pengungkapan kasus Narkoba tahun 2022 sebanyak 180 kasus dan tahun 2021 sebanyak 140 kasus, atau mengalami peningkatan sebanyak 42 kasus atau naik 29 persen dengan jumlah tersangka sebanyak 215 orang terdiri dari 201 orang laki-laki  dan 14 orang perempuan.

“Dari kasus Narkoba tersebut, Polres Tulungagung berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak 582,12 gram, ganja 5,84 gram, Extacy 3 butir, pil Alprazolam 179 butir, pil dobel L 117.231 butir, 36 obat setelan dan ribuan botol miras berbagai merk, 2 jirigen miras Arak Bali,” ujar Kapolres.

“Untuk penindakan pelanggaran lalu lintas yang tidak maksimal karena hanya menggunakan ETLE Statis dan Mobile sehingga tidak dapat menjangkau di semua titik daerah rawan laka lantas,” tambahnya.

"Soal Covid-19, Alhamdulillah di Tulungagung walaupun ada tapi sembuhnya juga berimbang. Pamor Keris juga terus kita lakukan, termasuk percepatan vaksinasi," katanya.

Terkait mitigasi bencana, pihaknya menghimbau Bhabinkantibmas selalu siaga sebab berdasarkan laporan BMKG cuaca masih tidak menentu, terutama di pesisir Selatan. Beberapa hari ke depan gelombang laut masih tinggi.

Di akhir keterangannya, AKBP Eko Hartanto menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh personel, pemerintah daerah, Kodim 0807 serta stakeholder yang sudah banyak membantu Polres Tulungagung.

"Di tahun 2023 kita buka lembaran baru, lebih semangat lagi meningkatkan kinerja. Bila ada kesalahan di tahun 2022 baik secara pribadi maupun institusi, kami mohon maaf sebesar-besarnya," pungkas AKBP Eko Hartanto. (TOP)

Berita Terkait