Rohidin Sebut Bengkulu Mampu Jadi Beranda Ekonomi Sumatera

Rohidin dalam sambutan membuka Dialog Nasional 19 Indonesia Maju di Bengkulu, Sabtu (4/8).
Rohidin dalam sambutan membuka Dialog Nasional 19 Indonesia Maju di Bengkulu, Sabtu (4/8).
Polda Bengkulu

Klikwarta.com - Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyebutkan Bengkulu merupakan daerah dengan letak geografis yang strategis sebagai jalur logistik nasional, utamanya pada wilayah Sumatera bagian barat. Dengan pengembangan Pelabuhan udara dan Pelabuhan laut di Bengkulu, Rohidin yakin Bengkulu mampu menjadi beranda ekonomi wilayah sekitar, sekaligus menjadi jalur alternatif perlintasan perairan Selat Malaka yang telah padat.

"Bengkulu memiliki Pelabuhan Pulau Baai yang potensial menjadi pelabuhan internasional sekaligus potensial menjadi integrated port pertama di Indonesia ketika kawasan ekonomi khusus Pulau Baai bisa ditetapkan," papar Rohidin dalam sambutan membuka Dialog Nasional 19 Indonesia Maju di Bengkulu, Sabtu (4/8).

Rohidin juga mengungkapkan, Bengkulu dengan potensi dan letak geografisnya mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional terutama sektor ekonomi. Kebijakan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah saat ini juga diharapkan bisa menjadikan Bengkulu sejajar dengan daerah maju di Indonesia.

"Indonesia maju, tentu saja Bengkulu bisa berkontribusi dalam pembangunan. Bengkulu juga ingin merasakan kemajuan Indonesia dengan segala kebijakan-kebijakan pembangunan," ucap Rohidin yang berharap Bandara Fatmawati Bengkulu bisa dikembangkan menjadi bandara internasional.

Saat itu, hadir Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menteri Eko memaparkan kebijakan pemerintah sesuai nawacita ke 3 yakni pembangunan dari pinggiran dan memperkuat daerah-daerah dan desa. Penggelontoran dana untuk desa pun tiap tahun bertambah dengan harapan pembangunan desa mampu meningkatkan kesejahteraan.

"Dana digelontorkan ke daerah termasuk ke desa lebih besar daripada anggaran di pemerintah pusat, ini adalah sejarah baru. Harapannya peningkatan ekonomi yang juga dibarengi dengan penekanan angka kemiskinan," tutur Menteri Eko Putro Sandjojo.

Sementara, Menhub Budi Karya memaparkan, transportasi dan konektivitas pada pemerintahan Presiden Jokowi lebih ditingkatkan. Kebijakan ini pun masuk ke daerah dan desa terpencil agar mudah terjangkau pembangunan. Indonesia yang merupakan negara maritim terbesar, peningkatan transportasi lautpun dibangun Tol Laut.

Usai dialog di GOR Sawah Lebar Kota Bengkulu, Menhub Budi Karya didampingi Rohidin Mersyah meninjau Pelabuhan Pulau Baai. Sebelumnya, Budi Karya juga telah meninjau beberapa fasilitas Bandara Fatmawati. (Jamal-MC)

Dibaca: 7 kali

Related News

mendes

 

prov