Soal Ajudan Bupati Bogem Wartawan, Begini Klarifikasinya

Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur Nandar Munadi, S.Sos Dalam Konferensi Pers
Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur Nandar Munadi, S.Sos Dalam Konferensi Pers

Klikwarta.com - Insiden penganiayaan yang terjadi di kantor Bupati Kaur pada Selasa (14/05) kemaren, yakni dengan korban  Aprin Taskan Yanto (36) yang dilakukan oleh HD, ternyata bukan seorang ajudan bupati. HD hanya tenaga Honorer staf bupati, hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kaur  Nandar Munadi, S.Sos, Kamis (16/05/2019) di aula setda lantai 2 Kantor Bupati Kaur . 

Nandar Munadi, S.Sos mengatakan, bahwa saudara inisial HD bukanlah ajudan bupati, namun HD adalah Tenaga Honor staf bupati atau driver. Nandar Munadi, S.Sos mewakili Pemda Kaur membenarkan adanya insiden pemukulan di ruang tunggu bupati.

"Dalam hal ini saya selaku perwakilan pemerintah daerah, menyampaikakn permohonan maaf atas insiden pemukulan yang telah terjadi yang dilakukan oleh HD terhadap saudara Aprin", kata Nandar Munadi.

Terkait : Oknum Ajudan Bupati Kaur, Aniaya Salah Satu Wartawan Online Kaur

Dari informsi yang diperoleh, insiden pemukulan dikarenakan adanya kata-kata kasar dari Aprin, yang mengatakan 'staff honor itu ndik ngucup atau tidak becus dalam bekerja melalui pesan WhatsApp.

Setelah pada hari Selasa 14/05 kemaren. Aprin ingin ketemu dengan bupati, pada saat itu bertemu HD di ruang tunggu kantor bupati. HD menghampiri Aprin dan mempertanyakan isi pesan beberapa waktu yang lalu dengan bahasa daerah. 

'Ngape kakang ngicikah aku dide ngucuptu' kenapa abng bilang saya tidak becus", ujar HD, lalu Aprin menjawad dengan dibisikan  di telinga HD 'memang dide ngucup die kabah' emang gak becus kamu tu, lirih Aprin.  

Karena tidak senang kembali diejek oleh Aprin, akhirnya kejadian insiden itu terjadi, HD mendaratkan bogem mentah satu kali pada wajah Aprin. Mengetahui kejadian ini Kabag Humas yang sedang berada di tempat kejadian, langsung melerai insiden tersebut.

Setelah kejadian insiden itu Bupati Kaur bersama Sekda Kaur langsung menganjurkan perdamaian antara kedua belah pihak, dengan menandatangani Surat Perjanjian Perdamaian yang ditulis tangan langsung oleh Sekda Kaur. Dengan berisikan pernyataan setelah menandatangani surat perdamaian, kedua belah pihak tidak akan membawanya ke ranah hukum. Dengan kompensasi pihak koban yankni  Aprin menerima biaya pengobatan sebesar Rp 5 juta.

Saat disesi tanya jawab. Saudara iksan wartawan berita24.com mempertanyakan hasil scrensot whatsapp percakapan sebagai bukti antara saudara aprin dengan Hd hingga mengakibatkan insiden. Namun, pihak Kabag Humas menyampaikan bahwa bukti itu menjadi ranah penegak hukum yang menindaklanjutinya.

Tampak hadir mendampingi Sekda Kaur Kabag Humas Pemda Kaur, Edyan Siratjudin, S.Pd, Sekretaris diskominfo Kaur Asman Suhadi,SP dan Kepala Kisbangpol  Diki Zulkarnain.

(Sulaiman)

Related News