Terungkap! Kerangka Manusia di Desa Tanah Hitam Bengkulu Utara Ternyata Korban Pembunuhan

Pihak kepolisian saat melakukan identifikasi forensik kerangka manusia yang ditemukan
Pihak kepolisian saat melakukan identifikasi forensik kerangka manusia yang ditemukan
Polda Bengkulu

Bengkulu Utara, Klikwarta.com - Sabtu 20 Januari 2018 lalu, Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara digemparkan dengan penemuan kerangka manusia. Hasil dari penyelidikan dan tes DNA oleh pihak kepolisian setempat, identitas kerangka manusia tersebut adalah seorang ibu rumah tangga bernama Lilik Rahayu Binti Subagi (40), warga Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara.

Dari keterangan pihak kepolisian, diduga korban dibunuh oleh suaminya sendiri, inisial NA (47). 

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri menerangkan, setelah dilakukan penyelidikan, selanjutnya polisi melakukan penangkapan terhadap NA. 

Bagaimana kronologi pembunuhannya?

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Jumat, 6 Oktober 2017 lalu. Saat itu, sekira pukul 21.00 WIB, korban yang tak lain adalah istri pelaku pulang ke rumahnya di Desa Tanah Tinggi dengan diantar seorang pria yang diduga adalah suami siri korban. Namun korban tidak diantar hingga sampai ke rumah melainkan diantar hanya sampai di erbang SD Tanah Tinggi, kemudian korban berjalan kaki menuju rumahnya.

Sesampai di rumahnya, korban menemui NA untuk meminta uang Rp 1 juta rupiah. Uang tersebut akan digunakan oleh korban untuk mengurus perceraian dengan pelaku. Namun pelaku beralasan belum memiliki uang dan terjadilah ribut mulut karena korban terus mendesak.

Sekitar pukul 22.00 WIB, korban pergi kebelakang rumah untuk buang air kecil. Namun ternyata suami korban mengikuti dari belakang. Dan ketika korban sedang jongkok, suami korban memukul kepala belakang korban dengan menggunakan batu. Akibatnya, korban tersungkur. Tak hanya itu, pelaku juga mencekik leher korban dari belakang, kemudian mencekik lagi dari depan hingga dipastikan korban meninggal dunia.

Setelah korban meninggal dunia, pelaku meninggalkan begitu saja jasad korban dibelakang rumah. Kemudian pada dini hari sekira pukul 02.00 WIB, pelaku membawa tubuh korban dengan berjalan kaki ke Sungai Air Kotok. Jasad korban diikat dengan tali tambang dan diikatkan dengan sebuah kayu agar saat banjir tiba jasad korban dapat tenggelam.

Jasad korban yang sudah menjadi kerangka kemudian ditemukan oleh seorang Wario, warga yang sedang mencari rumput pada hari Sabtu 20 Januari 2018 lalu. Atas penemuan kerangka korban, warga melaporkan ke Polsek Padang Jaya. Penyidik gabungan kemudian melakukan serangkaian olah TKP dan penyelidikan dan terungkaplah siapa dalang pembunuhan itu yang tak lain adalah suami korban.

Dari peristiwa itu, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya batu sepanjang 19 CM dengan lebar 12 CM. Suami korban kini ditetapkan sebagai tersangka setelah Polisi melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.  Polisi juga masih mendalami keterangan dari tersangka untuk memastikan apakah ada calon tersangka lainnya. (BT/LJ)

Dibaca: 454 kali

Related News

mendes

 

prov