Diskusi publik
Klikwarta.com, Bandar Lampung - Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memberikan suri tauladan sekaligus inspirasi umat Islam untuk memelihara eksitensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal tersebut senada dengan tema Diskusi Publik "Kita Jaga Ukuwah Islamiyah dan Mendukung Program Pemerintah Berkelanjutan" di Gedung MCC Universitas Malahayati Bandar Lampung, Rabu (28/11/2018).
Pemuda dan mahasiswa perlu menyamakan pandangan dan gerak langkah dalam menghadapi masa depan terutama di tahun politik saat ini. Berbagai informasi tertebaran di media sosial yang isinya positif dan negatif. Untuk itu perlu tabayun dalam mencermati dinamikanya, agar tidak terjadi benturan antar anak bangsa yang berakibat konflik.
Kritik yang tidak berargumen terhadap kebijakan pemerintah, dapat memecah persatuan dan kesatuan umat. Sejauh ini, pemerintah Indonesia telah berupaya membangun Provinsi Lampung. Infrastruktur yang dibangun ditujukan untuk menghubungkan pusat-pusat ekonomi, guna mensejahterakan masyarakat Lampung.
Zainudin M.I.P Kakanwil PMK Kota Lampung, mengatakan berbagai informasi hoaks menjelang Pilpres 2019 meningkat. Implikasi berita hoaks membuat gelisah masyarakat, sehingga mengganggu stabilitas nasional. Kendali Pemeritahan tidak boleh terhenti walaupun hanya sedetik.
Yudi Yusnandi (akademisi UIN Lampung) menyampaikan bahwa dinamika politik nasional dari masa ke masa telah dilalui bangsa Indonesia. Namun demikian NKRI tetap tegak berdiri karena pemerintahannya berkomitmen untuk tetap menjadikan Pancasila sebagai falsafah bangsa.
Banyak pihak mengakui bahwa Pemerintahan Joko Widodo sudah berbuat banyak untuk kemajuan NKRI. Namun tidak berbanding lurus dengan elektabilitas dalam Pilpres 2019. Hal ini disebabkan berbagai faktor dan kuatnya pemberitaan di media sosial.
Yudi mengatakan, Islam harus mewarnai dinamika politik nasional. Masyarakat saat ini kurang peduli dengan track record kandidat caleg maupun capres, hal ini terjadi karena pengaruh framing media massa.
Program edukasi kepada masyarakat belum berhasil, terutama menggunakan hak pilihnya dengan baik. Money politic atau politik uang masih banyak terjadi dan kompromi politik pada Pemilu.
Drs. Sulaiman Badran (Perwakilan Kemenag) menyatakan suri tauladan Rasulluloh Muhammad menjadi inspirasi para pimpinan nasional dalam membangun NKRI. Oleh karena itu, pemuda yang hadir disini harus semangat dalam berkarya memajukan bangsa dan negara Indonesia. Ketua Umum PMII dan HMI duduk berdampingan, sehingga sungguh membanggakan. (sumber: suarakarya.id)








