Foto Istimewa
Oleh: Shafira Aprilia Hadi
Klikwarta.com - Pasar Gotong Royong merupakan sebuah pasar tradisional di wilayah Desa Baturaden, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Sama seperti pasar tradisional kebanyakan, pasar ini terdapat banyak kios didalamnya. Hal utama yang lekat dengan pasar tradisional adalah harga barang-barang yang di jual lebih murah dan tentunya masih dapat ditawar
lagi.
Pasar ini merupakan pasar swadaya pemerintah desa dan masyarakat setempat. Pasar ini terletak di Desa Baturaden, jarak pasar dengan Ibu Kota Kecamatan sejauh 1 km, sedangkan jarak dengan Ibu Kota Kabupaten sejauh 25 km. Pasar ini dibangun karena masyarakat sekitar merasa butuh pasar di sekitar tempat tinggal mereka. Pasar daerah terdekat sebelum adanya pasar gotong royong ini berada di ibu kota kabupaten yaitu Baturaja yang jaraknya mencapai 30 km. Atas dasar inilah masyarakat setempat dan pemerintah desa membangun Pasar Swadaya Gotong Royong.
Dahulu wilayah Desa Batu Raden adalah bagian dari Desa Batumarta 2. Batumarta sendiri adalah sebuah nama wilayah yang memiliki sampai 16 unit. Mulai dari Batumarta 1 sampai Batumarta 16. Daerah Batumarta juga dikenal dengan sebutan Trans karena wilayah ini Sebagian besar penduduknya merupakan masyarakat Transmigrasi yang berasal dari Jawa.
Masyarakat Transmigrasi ini menempati wilayah Batumarta pada tahun 1977 dan Pasar Gotong Royong mulai ada tiga tahun setelahnya yaitu, pada tahun 1980. Ada satu hal menarik dari pasar ini yaitu, alasan dibalik pemilihan hari kalangan. Hari kalangan adalah hari di mana banyak penjual dari berbagai daerah datang berjualan di pasar. Pada hari kalangan, penjual akan lebih banyak, harga-harga lebih murah, dan kualitas barang jualan lebih bagus daripada hari biasa. Pada hari biasa Pasar Gotong Royong tetap beroperasi, meskipun tidak seramai hari kalangan.
Senin dan Jumat merupakan hari kalangan Pasar Gotong Royong. Tidak diketahui dengan jelas siapa yang mempeloporinya. Namun, diyakini melalui kesepakatan masyarakat setempat dipilihlah Senin dan Jumat sebagai hari kalangan di Pasar Gotong Royong. Hal ini dikarenakan pada Senin dan Jumat adalah waktu masyarakat Batumarta gajian. Sebagian masyarakat Batumarta berprofesi sebagai petani karet. Setiap Minggu dan. Kamis adalah waktu mereka menimbang karet yang mereka hasilkan dan esok harinya barulah gaji mereka didapat.
Dipilihnya Senin dan Jumat sebagai hari kalangan dimaksudkan agar ketika hari kalangan tiba masyarakat memiliki cukup uang untuk berbelanja. Pada hari kalangan, Pasar Gotong Royong akan penuh sesak oleh para penjual dan pembeli. Penjual dan pembelinya pun tidak hanya datang dari wilayah sekitar, bahkan ada yang datang dari luar kabupaten. Seperti dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur pun memilih berbelanja di Pasar Gotong Royong.








