Harapan di Balik Pandemi

Jumat, 16/07/2021 - 15:37
Ilustrasi (credit: freepik)

Ilustrasi (credit: freepik)

Klikwarta.com - Pada umumnya, manusia menjalani hal-hal yang sudah menjadi kewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidup dan memperluas wawasan. Namun, dalam hidup ini, manusia tidak bisa menebak apa yang akan terjadi kedepannya.

Aku menempuh pendidikan di salah satu kampus ternama daerah Depok, Politeknik Negeri Jakarta, Jurusan Jurnalistik. Hari-hari ku berjalan seperti biasa, berangkat ke kampus di pagi hari, sarapan pagi untuk sekedar mengisi perut, bercengkrama dengan teman-teman di kampus, dan mengikuti perkuliahan sampai sore hari. Hal tersebut rutin aku lakukan setiap harinya, dari Senin sampai Jumat.

Acapkali, beberapa dosen mengharuskan ku untuk meliput berbagai hal dan itu dilakukan pada Hari Sabtu atau Hari Minggu. Dalam dunia kampus, kurang lengkap rasanya jika tidak mengikuti kegiatan organisasi yang ada. Sering kali, kegiatan tersebut memaksaku bermalam di pelataran kampus. Sudah sewajarnya bagiku untuk mengikuti kegiatan seperti ini.

Seiring berjalannya waktu, Indonesia dihebohkan dengan kasus Covid-19. Yang mengharuskan kampus tempat ku menimba ilmu ditutup sementara. Selain itu, pandemi ini juga mengubah pola hidupku. Rutinitas ku yang tiap paginya berangkat ke kampus, kali ini hanya berdiam diri di rumah dan menunggu dosen memaparkan materinya secara daring. Tentunya, semangat belajar yang kurasakan tak sama seperti sebelum pandemi atau tatap muka.

Ketika semua pembelajaran telah usai, aku termenung bingung dan bertanya-tanya, kegiatan apa yang harus ku lakukan. Hal ini memberiku banyak waktu luang, namun aku belum bisa memanfaatkannya. Belum lagi dengan diberlakukannya PJJ ini membuatku terkesan acuh terhadap pembelajaran, yang kemudian membuat diriku terlena dan menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak penting.

Kegiatan-kegiatan positif yang biasanya aku lakukan di kampus pun ditiadakan. Padahal, aku meyakini bahwa dengan mengikuti kegiatan seperti itu dapat menambah relasi dan wawasan untuk kedepannya. Aku tau, hal ini seharusnya tidak berdampak pada pola pembelajaran atau pola hidupku. Namun, sampai saat ini aku masih belum bisa menyesuaikannya.

Di Politeknik Negeri Jakarta, aku menempuh jenjang D3. Artinya, masa kuliah ku hanya tiga tahun.  Aku khawatir tidak bisa memenuhi keinginan kedua orang tua ku untuk bekerja di media ternama. Aku tau, dengan adanya pandemi ini dan PJJ saat ini bukan alasan untuk berhenti melangkah dan menggapai impian, karena orang tua ku menaruh harapan besar demi keberlangsungan hidupku kelak. Aku bersyukur dilahirkan dan dibesarkan oleh mereka, yang turut mendukung apapun jalan yang kuambil. Aku pun percaya bahwa doa kedua orang tua akan mengiringi langkah kesuksesan dimasa yang akan datang. (ZFS)

Tags

Berita Terkait