Mendadak Sesak Nafas, Seorang Pria Meninggal Dunia di Depan Minimarket

Sabtu, 01/01/2022 - 19:15
Sejumlah petugas saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban. (Foto : Istimewa)

Sejumlah petugas saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban. (Foto : Istimewa)

Klikwarta.com, Karanganyar - Pajar Sukoco (46) meninggal dunia di depan sebuah minimarket yang berada di Dusun Kismorejo, Desa Jaten, Kecamatan Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu (1/1/2022).

Kapolres Karanganyar AKBP Mochammad Syafi Maula melalui Kasi Humas Iptu Agung Purwoko, menerangkan bahwa menurut  keterangan dua orang saksi mata bernama Imaniar Risty Alamsyah (19) dan Suroto (34) menyebutkan bahwa korban meninggal dunia setelah beberapa saat mengalami sesak nafas dan mengeluh sakit di bagian dadanya.

Beberapa saat sebelum meninggal, korban yang adalah seorang pria, warga Jalan Blimbing I No 26 Gerdu Rt 02 Rw 06, Giripurwo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah itu pun masih sempat menelepon istrinya.

"Awal mula kejadian pada hari Sabtu tanggal 1 Januari 2022 sekira PKL 08.30 WIB. Saksi pertama melihat korban mondar mandir di depan Alfamart sambil menelpon istrinya. Kemudian korban minta tolong kepada saksi pertama untuk bicara kepada istri korban melalui telepon," jelas Iptu Agung Purwoko.

Dalam percakapan melalui sambungan telepon tersebut, lanjut Iptu Agung Purwoko, istri korban meminta tolong kepada saksi pertama untuk membawa korban ke rumah sakit yang kemudian akan disusul oleh istri korban. 

"Karena saksi pertama merasa takut, kemudian saksi pertama meminta tolong kepada saksi kedua. Pada saat kedua orang saksi tersebut berkoordinasi untuk membawa korban ke rumah sakit, tiba tiba korban mengalami kejang - kejang. Kedua saksi pun lalu membantu korban, namun  beberapa saat kemudian korban tidak lagi bergerak dan setelah di cek ternyata korban sudah meninggal dunia," paparnya. 

Setelahnya, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Jaten dan kemudian dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang melibatkan Tim Inafis Polres Karanganyar dengan dibantu BPBD setempat, lalu korban dibawa ke Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta.
 
Dari hasil pemeriksaan oleh medis di rumah sakit tersebut, dikatakan Iptu Agung Purwoko,  tidak ditemukan adanya tanda - tanda kekerasan maupun luka pada tubuh korban.

"Pihak keluarga pun menolak untuk dilakukan otopsi dan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan juga berkenan membuat surat pernyataan," pungkas Iptu Agung Purwoko.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait