Calon Mertua Marah dan Polisikan Ibu, Pernikahan Ditunda

Jumat, 04/08/2017 - 21:05
ilustrasi

ilustrasi

Bengkulu Selatan, Klikwarta.com - Pernikahan diharapkan penuh kebahagian, karena sudah semestinya sebuah pernikahan dijalankan dengan keputusan bulat. Tapi, bagaimana jika selangkah lagi ke pelaminan, terpaksa harus ditunda. 

Seperti yang terjadi dalam rencana pernikahan antara Bujang (Nama samaran), warga Desa Lubuk Ladung, Kedurang Ilir dengan calon istrinya Gadis (juga nama samaran) warga jalan Kemas Jamaludin, Padang Sialang, Pasar Manna yang dijadwalkan 31 Juli 2017, harus ditunda lantaran ibu calon sepasang pengantin ini ribut yang mengakibatkan Ibu Bujang, Sum (38) menjadi tersangka penganiayaan dan sempat diamankan di Mapolres Bengkulu Selatan.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Ordiva SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Ahmad Khairuman SE mengatakan, Sum diamankan di Polres Bengkulu Selatan mulai Kamis (3/8/17). Saat ini Sum sudah ditetapkan tersangka penganiayaan terhadap calon besannya yang merupakan ibu Gadis,  Depi (39). Namun karena kooperatif dan berjanji tidak akan melarikan diri, Sum hanya wajib lapor.

"Pelaku sebelumnya menyerahkan diri dan sudah kami tetapkan tersangka, hanya saja tidak kami tahan, akan tetapi wajib lapor,” katanya.

Dijelaskan Ahmad, penetapan tersangka terhadap Sum, lantaran Sum sebagai terlapor telah mengakui menganiaya korban, tidak hanya itu, hasil visum ditemukan bengkak pada punggung sebelah kiri dan tangan kiri yang diduga akibat benda tumpul.

“Hasil visum ada bengkak pada punggung kiri dan tangan kiri korban,” imbuh Iptu Ahmad Khairuman SE

Kepada awak media, Sum mengatakan, penganiayaan tersebut dilakukan pada  Senin (24/7/17) sekitar pukul 13.30 WIB di depan salon Dona, Padang Sialang kecamatan Pasar Manna. Dikatakannya, penganiayaan itu berawal, lantaran sebelumnya antara anak pelapor dan anaknya sudah direncanakan akan dinikahkan pada 31 Juli 2017. Hanya saja sebelumnya Bujang mengetahui calon istrinya masih pergi ke café. Padahal sebelumnya sudah berjanji tidak akan pernah ke café lagi. Mengetahui tingkah calon istrinya itu, Bujang mendatangi Gadis. Rupanya ibu gadis tidak terima dengan sikap Bujang yang menasehati anak gadisnya, lalu ibu Gadis, Depi marah-marah. Setelah itu, Bujang pulang dan menceritakan kejadian itu kepada ibunya. Mendengar cerita anaknya, Sum tidak terima dan Senin itu mendatangi calon besannya di salon Dona dan mempertanyakan sikapnya terhadap Bujang. Kemudian antara Sum dan Depi terjadi ribut mulut. (Ade)

Berita Terkait