Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Bengkulu Selatan Darmawansyah, SE saat jumpa dengan Komisi II DPRD Bengkulu Selatan, Senin (13/02/2017).
Bengkulu Selatan, Klikwarta.com - Rencana cetak sawah seluas 500 hetar di Desa Keban Jati, Kecamatan Ulu Manna, Desa Gunung Ayu, Kecamatan Seginim maupun Desa Muara Tiga Ilir, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan tampaknya semakin tidak berjalan mulus. Sebab, masih ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam program cetak sawah tersebut.
“Pada prinsipnya saya sangat mendukung program cetak saswah ini. Namun ada syarat-syarat yang harus terlebih dahulu dipenuhi. Seperti Irigasi, Survey Investigasi Desain (SID) dan lain sebagainya," ujar Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Bengkulu Selatan Darmawansyah, SE saat jumpa dengan Komisi II DPRD Bengkulu Selatan, Senin (13/02/2017) kemarin.
Menurutnya, mencetak sawah itu tidak semudah seperti membagun rumah yang bisa berhenti begitu saja, lalu dikerjakan lagi di tahun berikutnya. Sebab, dari hasil rapat koordinasi yang dilakukan bersama pihak provinsi, bahwa cetak sawah tersebut masih dalam tahap perencanaan oleh pihak Dinas PU Pengairan Provinsi serta penyempurnaan oleh pihak Konsultan.
"Dari penjelasan saat rapat bersama pihak provinsi beberapa waktu lalu, untuk pengairan irigasi membutuhkan dana sebesar Rp 8,1 miliar. Sedangkan dana dari pihak Pemkab hanya sebesar Rp 2,9 miliar. Artinya, cetak sawah ini bisa gagal," tegasnya.
Sementara Itu, Ketua Komisi II DPRD Bengkulu Selatan Faisal Madianto mengatakan, permasalahan cetak sawah tersebut disebabkan kurang adanya persiapan yang baik.
"Permasalahan dana itu sesuai usulan sebelumnya, kami sangat mendukung program ini dengan mengedepankan aturan, jangan sampai ada kepentingan tertentu dalam persoalan ini," tandasnya. (BT)








