Program Ternak Sapi Desa Gadon dari Dana Desa 2022, Harga Sapi dari Pedagang Dengan Laporan Asset Berbeda

Selasa, 19/11/2024 - 15:39
Kantor Desa Gadon Kecamatan Cepu Kabupaten Blora

Kantor Desa Gadon Kecamatan Cepu Kabupaten Blora

Klikwarta.com, Blora - Program ketahanan pangan melalui peternakan sapi dari Dana Desa (DD) tahun 2022 di Desa Gadon, Kecamatan Cepu Kabupaten Blora masih menjadi polemik. Pasalnya, Kades Gadon saat dikonfirmasi masih berbelit-belit dan memberi keterangan berbeda dengan fakta di lapangan.

Dalam laporan aset desa Gadon tercatat pembelian delapan ekor sapi dengan rincian harga bervariasi. Sebanyak tiga ekor sapi dibeli dengan harga Rp 19 juta per ekor, dua ekor seharga Rp 18 juta per ekor dan tiga ekor lainnya seharga Rp 16 juta per ekor. Namun, keterangan ini berbeda dengan pengakuan Julimin, seorang penjual sapi, yang menyebut rata-rata harga sapi hanya Rp 15,5 juta per ekor.

"Semua sapi dibeli lewat saya, dan rata-rata harganya Rp 15,5 juta per ekor," ujar Julimin, Selasa (19/11).

Akub mengakui pembelian sapi dilakukan secara bertahap dengan harga yang berbeda-beda.

"Laporannya ke BUMDes tidak ada. Yang penting, orang yang mengurus sapi itu dapat upah," ucap Akub.

Ia juga menyampaikan rencana untuk memusatkan pengelolaan sapi di kandang induk, meskipun belum ada waktu pasti terkait pelaksanaan rencana tersebut. Saat disinggung terkait penggunaan aset desa berupa jati untuk pembuatan kandang,  Akub mengungkapkan bahwa jati tersebut digunakan karena untuk memperbaiki atap kandang yang rusak akibat diterjang angin.

Sementara itu, Sekretaris Desa Gadon, Subiyanto, mengungkapkan bahwa pada 2023 Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Blora sempat menyarankan agar pengelolaan program ini diserahkan kepada BUMDes.

"Iya, PMD menyarankan agar program ini dikelola BUMDes, tapi belum terealisasi," kata Subiyanto.

Sukeri, salah satu warga Gadon yang dipercaya Kades Gadon untuk mengurus sapi , mengaku baru mendapatkan sapi jantan jenis Brahman lima hari lalu dengan harga Rp 15,5 juta. Sebelumnya, ia pernah mengurus sapi betina selama satu tahun, tetapi karena tidak produktif, sapi tersebut dijual kembali.

"Kemarin saya sempat mengurus sapi betina, tapi tidak kunjung bunting, jadi dijual. Ini baru dibelikan lagi sapi jantan seharga 15,5 juta," ujar Sukeri saat ditemui wartawan dirumahnya, Selasa (19/11/2024).

Pewarta : Fajar

Berita Terkait