Mesin Rusak Sejak 2025, PT GMM Ajukan Bantuan ke Bulog Agar Bangkit di 2026

Kamis, 12/03/2026 - 14:56
Pabrik gula Gendhis Multi Manis yang berada di Kecamatan Todanan Kabupaten Blora Jawa Tengah

Pabrik gula Gendhis Multi Manis yang berada di Kecamatan Todanan Kabupaten Blora Jawa Tengah

Klikwarta.com, Blora - Mesin boiler coal dan bagasse milik PT Gendhis Multi Manis ( GMM ) di Blora sejak  bulan Mei 2025 mengalami kerusakan. Perbaikan pun dilakukan  namun bulan September 2025 kembali rusak. Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, pabrik memutuskan berhenti giling pada tanggal 24 September 2025. Akibatnya PT GMM mengalami penurunan produksi pada tahun 2025 yang hanya menggiling 219, 774 ton dari target 400.000  ton. 

Kerusakan boiler tersebut disebabkan adanya kebocoran pada pipa bagasse boiler dan pipa coal boiler sehingga nilai conductivity air boiler mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Dengan berhenti giling lebih awal, menimbulkan banyak permasalahan termasuk di lingkup petani tebu yang sisa tebunya masih belum tertebang.

Namun hal itu tidak membuat PT GMM tinggal diam. GMM pun melakukan upaya-upaya untuk membantu petani agar tebu dapat digiling di pabrik gula lain yang masih operasional. PT GMM mendatangi beberapa pabrik diantaranya PG Lamongan (PT Kebun Tebu Mas) dan PG Trangkil (PT Kebon Agung) untuk berkoordinasi dalam melakukan penyerapan tebu milik petani Blora dan memperpanjang masa giling agar tebu Blora dapat terserap sepenuhnya.

Selain itu PT GMM juga memberikan layanan gratis crane dan jembatan timbang agar truk kecil dapat langsir ke tronton.

2026 GMM  Hadapi Tantangan Berat

Dengan catatan yang kurang baik pada tahun 2025, PT GMM harus menyusun kembali strategi dengan langkah awal memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ada. Manajemen PT GMM telah melakukan perencanaan maintenance dengan melihat kondisi yang ada dan menyusun anggaran biaya untuk perbaikan di semua bagian tidak hanya pada boiler saja.

Namun rencana perbaikan ini tidak dapat langsung dieksekusi karena kondisi keuangan perusahaan yang masih defisit. PT GMM terus melakukan berbagai upaya untuk dapat melakukan perbaikan mesin dengan bersurat kepada pemilik saham yaitu Perum BULOG dan PT Mandiri Pangan Sejahtera.

“Saat ini PT GMM sudah melakukan komunikasi dengan Perum BULOG dan dan PT Mandiri Pangan Sejahtera untuk meminta bantuan dalam perbaikan mesin.” ujar Sri Emilia Mudiyanti selaku Plt. Direktur Utama PT GMM, Selasa (10/3/2026).

Tak hanya pihak Direksi PT GMM, Pemerintah Kabupaten Blora, APTRI, Serikat Pekerja GMM juga turut serta dalam membantu komunikasi dengan Perum BULOG agar segera mendapatkan bantuan.

“Beberapa waktu lalu Pak Bupati beserta Bu Wakil, Ketua DPRD, Pengurus APTRI, Pengurus Serikat Pekerja GMM dan Direksi PT GMM melakukan audience dengan Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani di kantor Perum BULOG Jakarta (21/01/2026) dan mendapatkan respon positif terkait perbaikan GMM tahun ini. Namun persetujuan bantuan tersebut masih dalam proses hingga saat ini," tambah Krisna Murtiyanto selaku Direktur Operasional PT GMM.

Diharapkan PT GMM dapat Kembali beroperasi pada tahun 2026 karena dengan beroperasinya pabrik akan menumbuhkan perputaran uang yang sangat besar di Kabupaten Blora.

Setidaknya lebih dari 250 petani, 600 lebih karyawan, 1000 lebih tenaga tebang angkut dan sopir truk yang akan merasakan perputaran ekonomi saat PT GMM berjalan. Selain itu toko, warung makan, dan kegiatan ekonomi dilingkungan pabrik juga jalan.

“Tentunya kita harus optimis ya, kita akan terus mencari jalan terbaik. semoga bantuan segera diberikan oleh Perum BULOG sehingga pabrik bisa operasional kembali. Untuk target di tahun ini kami belum bisa menyampaikan detail karena kami harus konsen pada perbaikan terlebih dahulu” ungkap Krisna.

Dengan melihat kondisi GMM saat ini tentu menjadi hal yang cukup memprihatinkan. Namun harapan untuk bangkit dan berjaya masih tetap ada. 

“Kami dari Direksi PT GMM menyampaian terimakasih kepada Pemkab Blora, Ketua DPRD Blora, APTRI, Serikat Pekerja GMM dan seluruh masyarakat yang terus membantu kami. Kita harus terus bergandeng tangan untuk menghidupkan kembali pabrik gula kebanggaan masyarakat Blora ini,” pungkas Sri Emilia.

Pewarta : Fajar

Berita Terkait