Menteri Ekraf dan Apple Perkuat Talenta Digital Indonesia

Jumat, 03/07/2026 - 14:17
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Apple Developer Academy di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (2/7/2026)

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Apple Developer Academy di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (2/7/2026)

Klikwarta.com, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Apple Developer Academy, untuk membahas pengembangan talenta digital dan ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui Apple Developer Academy dan Apple Developer Institute.

Menteri Ekraf menilai Apple Developer Academy dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan talenta digital serta mendukung penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, termasuk di bidang sumber daya manusia digital dan penguatan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP).

"Mungkin kita juga bisa melakukan kolaborasi terkait pengembangan talenta. Misalnya, talenta dari alumni Apple Developer Academy, dengan memetakan para alumni tersebut di mana mereka berada, siapa mereka, dan berapa jumlahnya. Mungkin juga terkait dengan kekayaan intelektual (IP). Jadi, ini seperti sebuah peta kerja sama yang dapat membantu kita mengidentifikasi potensi kolaborasi secara lebih efektif. Ke depannya, kami ingin bekerja sama secara lebih erat untuk melihat bagaimana kami dapat membantu," ujar Menteri Ekraf di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (2/7).

Apple Developer Academy merupakan program pelatihan pengembang aplikasi gratis yang telah diselenggarakan di Indonesia sejak 2018 melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi. Hingga saat ini, Apple telah mengoperasikan lima Apple Developer Academy di Indonesia. Program tersebut memiliki lebih dari 3.000 alumni, dengan sekitar 95 persen di antaranya bekerja di bidang yang relevan. 

Selain itu, lebih dari 250 aplikasi telah dirilis melalui App Store dan sekitar 100 startup lahir dari ekosistem Apple Developer Academy. Saat ini, lima akademi tersebut menjangkau lebih dari 700 peserta dari 77 kota di 27 provinsi, dengan target mendukung hampir 1.000 peserta didik setiap tahun melalui Apple Developer Academy dan Apple Developer Institute mulai 2026.

Managing Director Apple Asia Pacific, Mike Orgill, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital berbasis talenta. Menurutnya, komunitas pengembang aplikasi di Indonesia telah menunjukkan kemampuan menghasilkan produk digital yang dapat dipasarkan secara global, sehingga membuka peluang ekonomi tanpa batas wilayah.

"Setiap tahunnya, kami bekerja sama dengan ribuan orang, baik mereka yang masih berada pada tahap awal pembelajaran maupun mereka yang mengikuti program di Apple Developer Academy kami. Kami juga memiliki Developer Institute yang ditujukan bagi peserta dengan tingkat keterampilan yang lebih lanjut. Dalam menjalankan berbagai program tersebut, kami tidak dapat melakukannya sendiri sehingga sangat bergantung pada kemitraan dengan berbagai pihak. Fasilitas-fasilitas tersebut juga terbuka untuk komunitas yang lebih luas. Oleh karena itu, kami selalu membuka kesempatan apabila diperlukan ruang, pelatihan, atau kegiatan di luar program-program utama kami," jelas Mike.

Audiensi tersebut turut dihadiri Head of Government Affairs Apple Indonesia, Mirza Natadisastra, dan Analyst Apple Indonesia, Reno Bagaskara. Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah; Direktur Aplikasi, Tri Wahyudi; Direktur Gim, Luat S.P. Sihombing; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Media, Rocklin Aprilius Anderson. (**)

Berita Terkait